Petisi Salim Kancil Raih 50 Ribu Dukungan
Selasa, 13 Oktober 2015 16:49 WIB
Pegiat lingkungan yang tergabung dalam solidaritas Surabaya untuk Salim Kancil melakukan aksi solidaritas terhadap pembunuhan petani penolak tambang pasir Lumajang bernama Salim Kancil di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (1/10
Menurut siaran pers bersama dari change.org dan kitabisa.com, inisiatif petisi dan penggalangan dana itu muncul setelah insiden penganiayaan hingga tewasnya Salim Kancil pada Sabtu (26/9) lalu. Inisiatif tersebut diluncurkan Walhi setelah berkoordinasi dengan Tim Kerja Perempuan dan Tambang (TKPT).
Semula dana yang ditargetkan adalah Rp20 juta. Namun, karena solidaritas tinggi dari "netizen", donasi untuk anak Salim Kancil mencapai lebih dari dua kali lipat hingga Rp42 juta per 12 Oktober.
"Capaian yang luar biasa dan melebihi ekspektasi kami! Solidaritas lintas batas inilah yang menjadikan semangat perjuangan tetap hidup," kata perwakilan Walhi Voni seperti dikutip di laman kitabisa.com.
Dana yang terkumpul akan diberikan dalam bentuk tabungan pendidikan untuk anak Salim Kancil dan Tosan. Salim meninggalkan satu anak yang masih duduk di bangku SMP, sedangkan Tosan memiliki tiga anak, dua di antaranya masih bersekolah di bangku SD dan SMA.
Sedangkan petisi berjudul "Pak Badrodin, usut pembunuhan berencana Salim Kancil" sudah didukung lebih dari 50 ribu tandatangan. Petisi ini ditujukan kepada Kapolri Badrodin Haiti, Pemda Kabupaten Lumajang, Komnas HAM, Lembaga Perlindungan Saksi (LPSK) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Semula dana yang ditargetkan adalah Rp20 juta. Namun, karena solidaritas tinggi dari "netizen", donasi untuk anak Salim Kancil mencapai lebih dari dua kali lipat hingga Rp42 juta per 12 Oktober.
"Capaian yang luar biasa dan melebihi ekspektasi kami! Solidaritas lintas batas inilah yang menjadikan semangat perjuangan tetap hidup," kata perwakilan Walhi Voni seperti dikutip di laman kitabisa.com.
Dana yang terkumpul akan diberikan dalam bentuk tabungan pendidikan untuk anak Salim Kancil dan Tosan. Salim meninggalkan satu anak yang masih duduk di bangku SMP, sedangkan Tosan memiliki tiga anak, dua di antaranya masih bersekolah di bangku SD dan SMA.
Sedangkan petisi berjudul "Pak Badrodin, usut pembunuhan berencana Salim Kancil" sudah didukung lebih dari 50 ribu tandatangan. Petisi ini ditujukan kepada Kapolri Badrodin Haiti, Pemda Kabupaten Lumajang, Komnas HAM, Lembaga Perlindungan Saksi (LPSK) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2025
Terkait
Emil Salim Nyatakan Generasi Usia Produktif Indonesia Terancam Bahaya Rokok
14 April 2016 15:24 WIB, 2016
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
"Garis Bawahi Ya Hanya kamaludin yang Minta Uang,Patrialis tidak Pernah," kata Basuki
01 February 2017 18:16 WIB, 2017
Pengacara Minta Penyidik Menyelidiki Laporan agar Membongkar Kasus Rekayasa Antasari
01 February 2017 16:25 WIB, 2017