R.J. Lino Diperiksa Bareskrim Kasus Dugaan Korupsi 10 Unit Mobile Crane
Kamis, 4 Februari 2016 15:57 WIB
Mantan Dirut Pelindo II R.J. Lino. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Didampingi kuasa hukumnya Fredrich Yunadi, Lino langsung masuk ke Gedung Bareskrim. Keduanya enggan memberikan komentar apa pun kepada wartawan.
Sedangkan Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Bareskrim Polri Kombes Hadi Ramdani membenarkan penyidik menjadwalkan pemeriksaan Lino, Kamis.
"Hari ini untuk pemeriksaan tambahan," kata Hadi.
Sejauh ini polisi sudah melakukan uji fisik terhadap 10 unit mobile crane dan ditemukan bahwa kondisi beberapa mobile crane ternyata tidak dapat beroperasi dengan baik.
Bareskrim baru menetapkan seorang tersangka di PT Pelindo II yakni Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II Ferialdy Nurlan.
Sementara hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memperkirakan kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp37,9 miliar.
Sedangkan Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Bareskrim Polri Kombes Hadi Ramdani membenarkan penyidik menjadwalkan pemeriksaan Lino, Kamis.
"Hari ini untuk pemeriksaan tambahan," kata Hadi.
Sejauh ini polisi sudah melakukan uji fisik terhadap 10 unit mobile crane dan ditemukan bahwa kondisi beberapa mobile crane ternyata tidak dapat beroperasi dengan baik.
Bareskrim baru menetapkan seorang tersangka di PT Pelindo II yakni Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II Ferialdy Nurlan.
Sementara hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memperkirakan kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp37,9 miliar.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2024
Terkait
Junimart Pertanyakan Kelanjutan Kasus yang Libatkan Choel dan RJ Lino
18 January 2017 13:01 WIB, 2017
Pengacara R.J Lino Sesalkan KPK yang tidak Memberi Contoh Baik Masyarakat
11 January 2016 12:45 WIB, 2016
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
"Garis Bawahi Ya Hanya kamaludin yang Minta Uang,Patrialis tidak Pernah," kata Basuki
01 February 2017 18:16 WIB, 2017
Pengacara Minta Penyidik Menyelidiki Laporan agar Membongkar Kasus Rekayasa Antasari
01 February 2017 16:25 WIB, 2017