Solo (ANTARA) - Sekretaris Daerah Kota Surakarta sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat Ahyani membenarkan sejumlah stafnya terpapar virus corona.

"Ya, ada staf (yang positif) sehingga harus dilakukan 'tracing' (penelusuran), termasuk saya," katanya di Solo, Senin.

Ia mengatakan untuk kontak dekat dengan staf yang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut saat ini juga harus melakukan karantina mandiri. Meski demikian, dikatakannya, kondisi tersebut tidak mempengaruhi operasional di Pemerintah Kota Surakarta.

Baca juga: Asrama Haji Donohudan Boyolali siap terima pasien isolasi COVID-19

"Ya tetap mengganggu aktivitas kantor karena pasti pekerjaannya jadi lebih repot tetapi tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Mengenai penularannya sendiri, dikatakannya, kemungkinan berasal dari staf yang sebelumnya melakukan perjalanan dari luar kota. Selanjutnya, staf tersebut menulari rekan yang lain.

"Tetapi ya memang sekitar 50 persen pegawai kan dari luar kota, masih ada yang dari kerumunan-kerumunan," katanya.

Untuk mencegah terjadinya klaster perkantoran, dikatakannya, pemerintah telah menetapkan adanya pembatasan aktivitas. Selain itu, dilakukan pula pengetatan sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan.

Sementara itu, hari ini Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo juga menjalani tes usap karena sebelumnya telah melakukan rapat dengan beberapa pejabat yang terpapar COVID-19 tersebut.

"Lha saya juga kena 'tracing', jadi harus mengikuti 'swab'. Saya beberapa kali rapat dengan mereka," katanya .

Baca juga: Jateng dapat 421.000 dosis vaksin COVID-19
Baca juga: Pemahaman masyarakat tentang vaksinasi harus ditingkatkan