Logo Header Antaranews Jogja

Permintaan pupuk jelang musim tanam naik

Selasa, 20 November 2012 15:43 WIB
Image Print
Pupuk bersubsidi (antaranews.com)
Bantul (ANTARA Jogja) - Permintaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjelang musim tanam di musim hujan tahun ini naik sekitar 30 persen dari sebelumnya.

"Sejak turun hujan atau mulai November ini permintaan pupuk bersubsidi dari pengecer meningkat, rata-rata sekitar 20 sampai 30 persen dari sebelumnya," kata distributor pupuk bersubsidi PT Pupuk Sriwidjaya `CV Sekar Tani`, Suharjono di Bantul, Selasa.

Menurut dia, permintaan pupuk dari pengecer naik karena sebagian petani di Bantul mulai persiapan tanam memasuki musim hujan 2012/2013, sehingga kebutuhan pupuk untuk keperluan tanam lebih besar dibanding sebelumnya.

"Permintaan pupuk ke distributor itu dasarnya dari kelompok tani yang mengajukan ke pengecer, dan kemudian dari pengecer mengajukan alokasi pupuk ke distributor," katanya yang menyebutkan ada empat distributor resmi pupuk di Bantul.

Menurut dia, distributor ini memenuhi kebutuhan sebelas pengecer di sebagian wilayah yang berada di empat kecamatan di Bantul, yakni di Kecamatan Pleret, Srandakan, Piyungan dan Bambanglipuro.

Ia mengatakan, permintaan pupuk dari semua pengecer tersebut rata-rata sekitar 200 sampai 250 ton per bulan, akan tetapi bulan ini diprediksikan naik.

"Oktober lalu alokasi pupuk ke semua pengecer mencapai sekitar 250 ton, kemungkinan selama November ini bisa lebih dari 260 ton, saya berharap demikian," katanya.

Sementara itu, menurut dia harga pupuk bulan ini tidak ada kenaikan, masih sama seperti sebelumnya yakni untuk urea harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp1.800 per kilogram, ponska sebesar Rp2.300 per kg dan pupuk organik Rp500 per kg.

"Harga pupuk bersubsidi sudah ketentuan dari pemerintah dan tidak ada kenaikan. Persediaan pupuk juga melimpah, sehingga berapapun permintaan bisa kami penuhi," katanya.

(KR-HRI)

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026