Logo Header Antaranews Jogja

Kadisdikpora: Kartu Indonesia Pintar tidak tumpang tindih

Senin, 4 Mei 2015 16:51 WIB
Image Print
Presiden Joko Widodo saat berdialog dengan pelajar setelah menyerahkan secara simbolis Kartu Indonesia Pintar kepada pelajar di Kabupaten Sleman di Balai Desa Tamanmartani, Kalasan, Senin (4/5). (Foto Antara/ Victorianus Sat Pranyoto)
Sleman, (Antara Jogja) - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Kadisdikpora) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Arif Haryono mengatakan, kebijakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak akan tumpang tindih dengan program pendidikan lain seperti bantuan operasional sekolah.

"Bantuan KIP yang diluncurkan pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo diutamakan untuk memenuhi kebutuhan sarana diri siswa seperti alat tulis dan buku penunjang," katanya seusai mengikuti penyerahan KIP oleh Presiden Joko Widodo di Balai Desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Senin.

Menurut dia, pihak orang tua dan kepala sekolah sudah diimbau untuk ikut mengawasi penggunaan bantuan KIP tersebut.

"Nantinya ada laporan penggunaan KIP per semester," katanya.

Sebelumnya dalam kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada siswa penerima KIP agar menggunakan sesuai peruntukan, jika diketahui pemanfaatannya tidak sesuai, kartu milik siswa bersangkutan akan dicabut.

"Jangan dipakai untuk hal-hal yang tidak perlu termasuk membeli `handphone. Kalau ketahuan, akan dicabut," kata Presiden.

Kartu Indonesia Pintar dibagikan secara simbolis oleh Presiden kepada 10 perwakilan siswa dari tingkat SD sampai SMA. Joko Widodo juga sempat berbicang dengan tiga siswa, dan berpesan kepada mereka agar rajin belajar.

Kunjungan Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Sosial Nila Moelek. Sejumlah pejabat teras daerah juga turut hadir antara lain Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Bupati Sleman Sri Purnomo.

Puan Maharani menjelaskan sasaran penerima KIP di Sleman berjumlah 1.216 siswa. Besaran bantuan untuk tingkat SD Rp450 ribu per tahun, SMP Rp750 ribu per tahun, dan SMA/SMK Rp1 juta per tahun. Pencairannya dilakukan melalui kantor pos. ***4***

(V001)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026