Logo Header Antaranews Jogja

BPBD DIY tingkatkan kesiapsiagaan hadapi potensi bencana

Minggu, 19 Juni 2016 20:12 WIB
Image Print
Tanah longsor (Foto Antara/Wahyu Putro)

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Tim Reaksi Cepat dan Tagana di lima kabupaten/kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti longsor maupun banjir akibat cuaca ekstrem.

"Kesiapsiagaan kami intensifkan selama 24 jam, menyusul perkiraan cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung hingga 23 Juni 2016," kata anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Agus Riyanto di Yogyakarta, Minggu.

Agus mengatakan peristiwa hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu (18/6) mulai 15.00 WIB hingga 23.00 WIB telah mengakibatkan genangan air hingga bencana seperti banjir dengan tinggi muka air mulai 30 cm-100 cm, serta tanah longsor di Kabupaten Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Bantul.

Di Kabupaten Kulon Progo, bencana banjir serta longsor terjadi di Kecamatan Temon (banjir di 4 titik), Kecamatan Panjatan (banjir 4 titik), Kecamatan Wates (banjir 7 titik dan pohon tumbang 1 titik), Kecamatan Pengasih (banjir 5 tiktik dan longsor 1 titik), Kecamatan Kokap (banjir 1 titik dan tanah longsor 1 titik), Kecamatan Lendah (banjir 1 titik), Kecamatan Samigaluh (banjir 2 titik), Kecamatan Sentolo (banjir 1 tiktik), dan Kecamatan Kalibawang (pohon tumbang 1 titik).

Selanjutnya, di Kabupaten Gunung Kidul terjadi di Kecamatan Tanjung Sari (banjir 1 titik) dan Kecamatan Saptosari (banjir 1 titik), di Kabupaten Bantul terjadi di Kecamatan Bambanglipuro (banjir 1 titik).

Menurut Agus, upaya evakuasi warga terdampak bencana longsor telah dilakukan TRC BPBD kabupaten, Tagana, dan tim SAR ke tempat yang lebih aman.

"Sementara untuk warga terdampak banjir, telah dikembalikan ke rumah masing-masing setelah air surut," kata Agus.

Menurut dia, bagi warga yang sebelumnya tinggal di wilayah terdampak bencana juga telah diimbau melakukan mitigasi secara mandiri ketika durasi hujan mencapai di atas 8 jam.

"Masyarakat kami imbau tetap waspada dan siaga terutama di daerah dataran tinggi dan yang tinggal di bantaran sungai," kata dia.

Koordinator Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta Joko Budiono menyatakan potensi curah hujan disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah DIY hingga 23 Juni 2016.

Menurut dia, kondisi masih hangatnya suhu muka laut di atas normal di perairan Indonesia bagian barat serta masuknyta aliran massa udara basah dari Samudera India diperkirakan memberikan kontribusi pada peningkatan curah hujan.

"Selain itu dengan adanya daerah pertemuan dan belokan angin di wilayah Sumatera dan Kalimantan mengakibatkan kondisi atmosfer tidak stabil sehingga mengakibatkan potensi petir dan angin kencang," kata Joko.

(T.L007)



Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026