
1.000 kasus cacar monyet dilaporkan ke WHO

London (ANTARA) - Sebanyak 1.000 kasus cacar monyet dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam wabah yang menyebar di luar negara-negara Afrika.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan risiko cacar monyet menjadi berkembang di negara-negara nonendemik itu nyata, tetapi dapat dicegah pada saat ini.
Sebanyak 29 negara telah melaporkan kasus cacar monyet dalam wabah saat ini, yang dimulai pada Mei. Tidak ada negara yang melaporkan kematian.
Dalam konferensi pers di Jenewa, Rabu, Tedros juga mengatakan terdapat lebih dari 1.400 kasus yang diduga cacar monyet tahun ini di Afrika dan 66 kematian.
Pimpinan teknis WHO untuk cacar monyet Rosamund Lewis mengatakan bahwa "kontak dekat antarpribadi" adalah cara utama penyebaran penyakit tersebut, meskipun dia menambahkan bahwa risiko penularan melalui udara belum sepenuhnya diketahui.
Petugas kesehatan yang merawat pasien cacar monyet harus memakai masker, kata dia.
Vaksinasi untuk petugas kesehatan atau orang yang berkontak dekat dengan penderita, dapat dipertimbangkan untuk beberapa negara, kata WHO.
Vaksin yang digunakan dirancang untuk melawan cacar---virus terkait yang lebih berbahaya yang dibasmi dunia pada tahun 1980---tetapi juga berfungsi untuk melindungi dari cacar monyet.
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
