Logo Header Antaranews Jogja

Puskesmas Imogiri-BIN DIY berkolaborasi vaksinasi COVID-19 masyarakat perdesaan

Selasa, 6 September 2022 12:22 WIB
Image Print
Vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat umum di Balai Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kolaborasi Puskesmas Imogiri I dengan BIN DIY. Selasa (6/9/2022) (ANTARA/Hery Sidik)
Bantul (ANTARA) - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Imogiri I Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berkolaborasi dengan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) DIY menggelar vaksinasi COVID-19 baik primer maupun booster bagi masyarakat wilayah perdesaan di Balai Desa Wukirsari.

"Kegiatan vaksinasi COVID-19 di balai desa seperti ini pernah kita lakukan, tapi sudah agak lama mungkin di awal tahun, dan sekarang kita coba lagi," kata Kepala Puskesmas I Imogiri, Titis Indri Wahyuni di sela memantau vaksinasi COVID-19 di Balai Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, Selasa.

Menurut dia, kegiatan vaksinasi COVID-19 baik untuk dosis pertama dan kedua, serta dosis penguat atau booster ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan vaksin kepada masyarakat desa, guna mendukung percepatan vaksinasi nasional.

"Kalau biasanya vaksinasi di puskesmas, seminggu sekali ada kegiatan rutin setiap hari Selasa yang rata-rata sehari sekitar 60 sampai 70 orang yang datang, makanya kita coba lagi kalau vaksinasi didekatkan ke masyarakat bagaimana, harapannya bisa lebih baik," katanya.

Dia berharap, masyarakat yang selama ini kesulitan menuju puskesmas untuk vaksinasi karena jarak atau hal lainnya, bisa memanfaatkan vaksinasi massal ini. Pihaknya bersinergi dengan Binda DIY menyiapkan hingga 500 dosis.

"Kemarin pas daftar secara online baru sedikit, tapi tidak apa-apa yang penting kita vaksin, dan ternyata yang datang banyak, kalau misal nantinya dosis yang tersedia memang kurang kita bisa ambil ke dinas," katanya.

Dia mengatakan, untuk cakupan vaksinasi COVID-19 di masyarakat Imogiri saat ini sudah mencapai 80an persen untuk dosis satu, dan hampir 80 persen untuk dosis dua, sementara dosis tiga atau penguat (booster) baru sekitar 20 persen.

"Kalau edukasi ke masyarakat sudah, misalnya kalau pertemuan sudah kita minta untuk vaksinasi, kita juga sudah menyelenggarakan vaksinasi seminggu sekali, tapi memang yang dosis tiga tidak seperti dosis satu dan dua, jadi upayanya sudah, ke desa juga sudah," katanya.

Sementara itu, Koordinator Vaksinasi BIN DIY wilayah Bantul, Nugraha mengatakan, terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan percepatan vaksinasi booster kepada masyarakat, diantaranya dengan sistem dari rumah ke rumah maupun ke desa-desa.

Dia mengatakan, apalagi untuk capaian vaksinasi booster di Kabupaten Bantul saat ini baru sekitar 25 persen, sehingga upaya percepatan terus dilakukan, dengan mencari celah yang bisa ada mobilisasi masyarakat, pihaknya akan hadir untuk melakukan vaksinasi booster.

"Ini bagian dari strategi kita dalam rangka mendekatkan diri kepada masyarakat yang biasanya harus ke puskesmas. Apalagi sekarang ini untuk booster menjadi wajib bagi pelaku perjalanan. Jadi kita membantu masyarakat ketika akan melakukan perjalanan," katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026