
Bahasa daerah di 17 provinsi jadi target revitalisasi
Jumat, 14 Oktober 2022 08:04 WIB

"Tahun depan, kami tambahkan provinsinya, ada yang di Sumatera misalnya Lampung, Bengkulu, kemudian Aceh juga kita ikut sertakan sehingga provinsinya bertambah menjadi 17 provinsi, kemudian bahasanya kalau tidak salah 50 atau 52 bahasa," kata Amin dalam diskusi daring Silaturahmi Merdeka Belajar bertajuk Perkuat Bahasa, Gelorakan Sastra yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap revitalisasi bahasa daerah sangat tinggi. Terbukti bahwa pada awalnya, Kemendikbudrisetk menguji coba revitalisasi bahasa daerah hanya di tiga provinsi yang memiliki penutur bahasa daerah terbanyak, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Namun, lanjut dia, provinsi-provinsi yang lain pun ternyata sangat ingin bahasa daerahnya direvitalisasi. Sehingga pada tahun 2022, Kemendikbudristek akhirnya melakukan revitalisasi 39 bahasa daerah di 13 provinsi yakni Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Sulawesi Barat.
"Jadi awalnya kami ya sudah tiga (provinsi) dulu, tahun berikutnya jadi enam. Alasan klasiknya anggaran tidak cukup dan SDM juga tidak cukup. Tapi ketika bicara sama mas menteri katanya ngapain kalau cuma sedikit, ayok kita cari anggarannya," tutur Amin.
"Masyarakat juga begitu bersemangat untuk merevitalisasi bahasa daerahnya, maka kami cari anggaran dan SDM," imbuhnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 17 provinsi jadi target revitalisasi bahasa daerah pada 2023
Pewarta : Suci Nurhaliza
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
