
BPBD Bantul mencatat 40 kejadian dampak bencana hidrometeorologi

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat 40 kejadian dampak bencana hidrometeorologi selama musim hujan periode Oktober hingga saat ini.
"Selama Oktober itu ada 34 kejadian ditambah enam kejadian yang masuk hari ini, sehingga kurang lebih ada 40 kejadian yang diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi," kata Fungsional Logistik dan Peralatan Bidang Subkoordinasi Logistik BPBD Bantul Dwi Wantoro di Bantul, Kamis.
Namun demikian, kata dia, jumlah kejadian dampak bencana hidrometeorologi itu datanya masih bisa bertambah, karena data kejadian yang dilaporkan ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul masih sementara.
Baca juga: BPBD Kulon Progo menyiagakan 75 destana hadapi bencana hidrometeorologi
Ia mengatakan kejadian dampak bencana hidrometeorologi tersebut sebagian besar tanah longsor yang menutup akses jalan desa maupun jalan nasional, hampir menimpa bangunan rumah, dan talut sungai.
Selain itu, pohon tumbang yang menimpa kabel listrik, atap rumah, menimpa jalan hingga menutup akses jalan, serta beberapa erosi yang berdampak pada kerusakan jembatan, jalan desa terputus, dan erosi sungai yang mengancam bangunan sekitar.
"Juga sudah diberikan bantuan berupa beronjong (anyaman kawat baja berisi batu) untuk tebing yang longsor, ini penanganannya sifatnya sementara, sehingga setelah beronjong agar ditindaklanjuti untuk ada talut permanen," katanya.
Dia mengatakan bantuan berikutnya berupa peralatan kerja bakti berupa angkong, sekop dan peralatan lain untuk kegiatan kerja bakti, termasuk bantuan logistik dan permakanan bagi warga terdampak.
"Bantuan sudah kita bagikan, dan ini tadi bersama Pak Kabid melakukan monitoring tiga desa, yaitu Sidomulyo, Sumbermulyo (Bambanglipuro), Srigading Sanden, dan ketika kami monitoring posko bencana, kita juga memberi logistik permakanan untuk memotivasi," katanya.
Meski demikian, kata dia, akibat dari kejadian dampak bencana hidrometeorologi pada musim hujan ini, tidak ada laporan korban jiwa, namun sejumlah rumah pada bagian atap dilaporkan rusak karena tertimpa pohon tumbang.
Baca juga: BPBD Gunungkidul ajak FPRB berperan menghadapi potensi hidrometeorologi
Baca juga: BPBD Bantul mengkoordinasikan perangkat daerah susun program siaga darurat
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
