Logo Header Antaranews Jogja

30 usaha mikro penyandang disabilitas dikembangkan

Rabu, 26 Oktober 2022 08:29 WIB
Image Print
Sekretaris Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UKM Novieta (kedua dari kanan) saat foto bersama dalam Pelatihan Vocational Bagi Usaha Mikro di Sektor Fesyen di Kota Tangerang, Banten, Senin (24/10/2022). ANTARA/HO-KemenkopUKM.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan UKM mengadakan program pengembangan kapasitas usaha mikro yang diikuti 30 orang penyandang disabilitas di Kota Tangerang Selatan, Banten.

Para peserta pelatihan telah dikurasi oleh Yayasan Mata Hatiku sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

"Dengan pengesahan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, sekaligus menandai perubahan paradigma penyandang disabilitas menjadi tidak lagi dipandang sebagai objek tetapi subjek," kata Sekretaris Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop Novieta saat acara pelatihan di Kota Tangerang Selatan, Banten, lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenkop menggencarkan upaya peningkatan kualitas dan kompetensi usaha mikro, salah satunya melalui bidang fesyen.

Pelaku usaha mikro didorong untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing dari hulu ke hilir agar mampu menjaga ketahanan, kemandirian, dan keberlangsungan usaha dalam situasi disrupsi semisal globalisasi, digitalisasi, atau pandemi COVID-19.

Menurut Novieta, Kota Tangerang Selatan memiliki potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang luar biasa sehingga berkontribusi untuk mendukung pergerakan ekonomi Banten.

"Karena itu, kita perlu meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan pelaku usaha di sektor fesyen khususnya bagi penyandang disabilitas di Kota Tangerang," ucapnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenkop kembangkan kapasitas 30 usaha mikro penyandang disabilitas

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026