Logo Header Antaranews Jogja

Lurah harus kerja keras entaskan kemiskinan

Selasa, 1 November 2022 21:15 WIB
Image Print
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam sosialisasi Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Bantul, DIY, Selasa (1/11/2022) (ANTARA/HO-Humas Pemkab Bantul)

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Abdul Halim Muslih menyatakan bahwa lurah atau kepala desa mempunyai peran penting dalam menggulirkan program pengentasan warga dari kemiskinan terutama kemiskinan ekstrem di wilayah kelurahan masing-masing.

Baca juga: Bupati Bantul sebut pembangunan ekonomi harus angkat masyarakat miskin

Baca juga: Bantul memprogramkan pelatihan bagi warga miskin

"Lurah mempunyai peran yang sangat penting dan signifikan, karena lurah memiliki anggaran melalui APBKal (Anggaran Pendapatan Belanja Kalurahan)," katanya di sela Sosialisasi Program Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Bantul, Selasa.

Menurut dia, dengan dana APBKal yang berada di bawah kewenangan lurah itu dapat digunakan untuk kegiatan pengentasan warga dari kemiskinan ekstrem di luar program yang digulirkan melalui APBD.

"Dengan demikian, program dan kegiatan pengentasan warga dari kemiskinan itu akan efektif, tidak saling tumpang tindih, sehingga pemanfaatan anggaran itu bisa kita lakukan secara efisien," katanya.

Dia mengatakan, bantuan lembaga atau pihak swasta melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR kepada Pemkab Bantul juga dimanfaatkan untuk membantu pengentasan warga dari kemiskinan ekstrem di Bantul yang jumlahnya sebanyak 27.510 jiwa.

"Memang hampir tidak mungkin menghilangkan kemiskinan ekstrem hingga nol, tetapi kita terus berupaya. Kami menargetkan kemiskinan secara umum di Bantul harus di bawah dua digit, yakni delapan atau sembilan persen," katanya.

Dengan demikian, kata dia, harapannya nanti anggaran untuk melakukan jaminan-jaminan sosial bagi masyarakat kurang mampu semakin rendah dan bisa digunakan untuk membangun infrastruktur.

Bupati Bantul juga meminta para lurah dan perangkat desanya bersama pemerintah daerah menyusun program dan kegiatan yang lebih efektif untuk memberantas kemiskinan ekstrem, mengingat kemiskinan ekstrem ini menjadi prioritas yang harus segera ditangani.

"Kemiskinan yang ekstrem dulu yang ditangani, yang tidak ekstrem kita pikir secara simultan, agak belakangan tidak apa apa, karena ini kita ditarget Presiden bahwa tahun 2024 harus nol kemiskinan ekstrem. Jadi kita mengatasi sebanyak 27 ribu lebih jiwa itu," katanya.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026