Logo Header Antaranews Jogja

Pemerintah Belanda adopsi anak di beberapa negara

Kamis, 3 November 2022 05:52 WIB
Image Print
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) berfoto dengan Menteri Kesehatan, Kesejahteraan dan Olahraga Belanda Ernst Johan Kuipers (kiri) saat kegiatan G20 the 2nd Health Ministers Meeting (HMM) di Jimbaran, Badung, Bali, Kamis (27/10/2022). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/POOL/rwa (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Den Haag (ANTARA) - Setelah hampir dua tahun menangguhkan program adopsi dari negara lain, pemerintah Belanda mengumumkan rencana melanjutkan adopsi anak-anak dari Filipina, Hongaria, Lesotho, Taiwan, Thailand, dan Afrika Selatan.

Belanda menangguhkan adopsi internasional pada Februari tahun lalu setelah komisi pemerintah menemukan beberapa anak telah dicuri atau dibeli dari orang tua kandung mereka dalam kasus-kasus yang terjadi pada 1960-an.

Menteri Perlindungan Hukum Belanda Franc Weerwind mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu bahwa keputusan untuk melanjutkan sebagian adopsi internasional menandakan "berakhirnya masa ketidakpastian".

Para orang tua Belanda mengadopsi sekitar 40.000 anak dari 80 negara dalam setengah abad sebelumnya.

Praktik tersebut telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, dengan hanya 145 anak yang diadopsi pada 2019, yang kemudian turun jumlahnya menjadi 70 anak pada 2020 selama pandemi COVID-19, menurut lembaga independen Dutch Youth Institute.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Belanda akan kembali adopsi anak dari negara tertentu



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026