Logo Header Antaranews Jogja

Anjlok di pasaran, harga minyak

Jumat, 4 November 2022 06:39 WIB
Image Print
Pompa minyak beroperasi saat matahari terbenam di Midland, Texas, AS, 11 Februari 2019. ANTARA/REUTERS/Nick Oxford/pri.

New York (ANTARA) - Anjlok di pasaran harga minyak Jumat pagi WIB karena pengetatan kebijakan agresif oleh Federal Reserve AS.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember kehilangan 1,83 dolar AS atau 2,0 persen, menjadi menetap di 88,17 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari jatuh 1,49 dolar AS atau hampir 1,6 persen, menjadi ditutup di 94,67 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Bank sentral AS pada Rabu (2/11/2022) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin untuk pertemuan keempat berturut-turut, mengingat inflasi masih berjalan pada level tertinggi selama beberapa dekade. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan "sangat prematur" untuk berpikir tentang menghentikan kenaikan suku bunga.

Itu mengirim dolar lebih tinggi pada Kamis (3/11/2022), dengan Powell menunjukkan bahwa suku bunga AS kemungkinan akan mencapai puncaknya di atas ekspektasi investor saat ini.

Pedagang menjadi takut bahwa kampanye kenaikan suku bunga Fed yang agresif akan mendorong ekonomi ke dalam resesi, sehingga merugikan permintaan energi.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melonjak 1,4 persen menjadi 112,9260 pada akhir perdagangan Kamis (3/11/2022), didorong oleh sikap hawkish Fed. Harga minyak biasanya berbanding terbalik dengan harga dolar AS.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Minyak turun dua persen karena meningkatnya kekhawatiran permintaan



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026