
Bantul optimalkan TPS yang dikelola desa tekan volume sampah

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengoptimalkan tempat penampungan sementara (TPS) sampah yang dikelola badan usaha milik kelurahan untuk mengurangi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
"Pak Bupati sudah perintahkan bahwa yang kita optimalkan sekarang adalah TPS-TPS yang dikelola BUMKal (Badan Usaha Milik Kelurahan), karena memang volume sampah itu harus dikurangi," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho di Bantul, Rabu
Apalagi, katanya, TPS-TPS sampah yang dikelola BUMKal di desa-desa sebagian besar sudah ada proses pemilahan untuk diproses menjadi pupuk kompos, bahkan diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Pemkab juga sudah mengundang 75 kelurahan dan 17 kecamatan, karena saat ini persoalan sampah sudah serius, sehingga pemkab dengan pemerintah desa perlu menyamakan persepsi untuk pengurangan sampah.
"Kalau persepsi sudah sama bahwa kita harus melakukan pengurangan sampah, berarti ada komitmen yang sama, jadi kami sampaikan kelurahan harus bareng-bareng dengan kabupaten untuk mengurangi sampah," katanya.
Selain itu, kata dia, kelurahan yang paling dekat dengan pedukuhan dan masyarakat harus selalu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang budaya memilah sampah sesuai jenisnya untuk diolah menjadi barang bermanfaat.
"Karena timbunan sampah ada yang dikelola DLH dan dikelola penyedia jasa sampah swasta, jadi harus pararel berbarengan perubahan budaya dilakukan, tetapi proses untuk pengurangan sampah juga harus dilakukan, prinsipnya itu," katanya.
Ari Budi juga mengatakan untuk upaya dari kabupaten dalam pengurangan volume sampah, di Bantul sudah ada fasilitas pengolahan sampah dengan Intermediate Treatment Fasility (ITF).
"Fasilitas ini kita juga akan bangun di wilayah Niten, dan rencananya di Banguntapan, kemungkinan kita juga akan cari lokasi lagi, karena yang kita upayakan itu tentu belum bisa menyelesaikan seluruh timbunan sampah," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
