Logo Header Antaranews Jogja

6.364 warga China sepekan meninggal terkena COVID-19

Senin, 30 Januari 2023 07:20 WIB
Image Print
Pedagang barang-barang antik menata dagangannya pada hari pertama pembukaan kembali Pasar Seni Panjiayuan, Kota Beijing, China, Senin (23/1/2023), setelah tutup sehari menjelang Tahun Baru Imlek 2023. Sepanjang tahun 2022 pasar seni terbesar di Ibu Kota tersebut telah beberapa kali ditutup total (lockdown) sebelum kebijakan nol kasus COVID-19 dicabut pada 7 Desember. ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie/hp.

Beijing (ANTARA) - Sebanyak 6.364 warga China tewas karena terkena serangan COVID-19 dalam tujuh hari pada 20-26 Januari 2023.

Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular China (CCDC) yang dirilis di Beijing, Minggu, data kematian tersebut menurun jika dibandingkan dengan periode 13-19 Januari yang mencapai angka 12.658 kasus.

Dari 6.364 kasus kematian COVID saat dalam perawatan di rumah sakit, 289 kasus akibat kegagalan sistem pernapasan dan 6.075 kasus sisanya memiliki penyakit bawaan.

Serangan COVID tiga tahun terakhir telah mengakibatkan sekitar 80 ribu warga China tewas.

Pada Kamis (26/1) tercatat 215.958 orang dirawat di rumah sakit karena COVID, termasuk 26.156 dalam kondisi parah.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 6.364 warga China tewas karena COVID dalam tujuh hari



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026