
UGM mendorong pemberdayaan pendidikan lewat pendekatan kecerdasan buatan

Singkawang (ANTARA) - Dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mendorong pemberdayaan pendidikan melalui pendekatan kecerdasan buatan untuk adaptasi pendidikan masa depan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
"Para guru harus secara aktif mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi pendidikan saat ini. Teknologi diciptakan untuk mempermudah pekerjaan para guru-guru, bukan sebaliknya," kata Dosen Filsafat Barat UGM Prof. Siti Murtiningsih, saat menyampaikan materi Seminar dan Workshop tentang Relasi Dunia Pendidikan dan Kecerdasan Buatan, di Singkawang, Rabu. .
Ia menambahkan, teknologi itu penting, meski bukan segalanya. Bahkan secanggih-canggihnya teknologi, belum mampu membentuk keutamaan dalam diri manusia sehingga teknologi diperlukan namun bukan menjadikan teknologi sebagai ketergantungan. Begitu pula dalam dunia pendidikan, kecerdasan buatan ialah satu bentuk lompatan kita sebagai manusia untuk menjadi lebih kritis.
Seminar dan workshop dihadiri para guru berbagai jenjang, mulai dari kepala sekolah, pengawas, dan unsur Dinas Pendidikan dari wilayah Kabupaten Sambas, Bengkayang, Mempawah dan Kota Singkawang.
Menurutnya lagi, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian UGM yang berfokus pada pengenalan relasi antara kecerdasan buatan dan pendidikan, etika penggunaan kecerdasan buatan, sampai penguatan adaptasi masa depan pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Singkawang Asmadi menyampaikan pentingnya inovasi dan adaptasi oleh para guru terhadap perubahan dan perkembangan zaman, termasuk implementasi kecerdasan buatan di dunia pendidikan.
“Manusia sebagai agen moral dan nilai tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan secara penuh, mungkin saja kecerdasan buatan ini dapat menjadi alat untuk mentransfer pengetahuan, namun tidak berlaku ketika sudah membicarakan soal rasa, karsa, dan karya yang syarat akan sentuhan kemanusiaan," ujarnya.
Seminar dilakukan bertujuan agar para insan pendidikan dapat menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan teknologi, digital dan pendidikan menyambut tahun ajaran baru 2025-2026.
"Paling tidak kita bisa memberikan pengetahuan dasar kepada guru-guru kita melalui seminar dan workshop ini," ujarnya.
Asmadi menyebutkan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan AI telah membawa perubahan di berbagai sektor kehidupan ternasuk dunia pendidikan.
"AI bukan lagi sekadar konsep masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari realitas pembelajaran hari ini," ujarnya.
Oleh karena itu, pemberdayaan guru melalui pemahaman dan pemanfaatan AI menjadi sangat penting agar tidak tertinggal. Justru dapat memimpin perubahan secara cerdas dan bijak.
Pewarta : Narwati
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
