Logo Header Antaranews Jogja

Yayasan Semar buka Klinik Sadewa di Kulon Progo layani kandungan hingga stem Cell

Minggu, 17 Agustus 2025 20:19 WIB
Image Print
Pembukaan Klinik Utama Sadewa di Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/Sutarmi)

Yogyakarta (ANTARA) - Yayasan Semar Reko Den Prayitno membuka Klinik Utama Sadewa di Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk memberikan layanan kesehatan masyarakat, dengan spesialis kandungan dan tumbuh kembang anak.

Founder Yayasan Semar Reko Den Prayitno, Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di Kulon Progo, Minggu, mengatakan Klinik Utama Sadewa menyediakan beragam layanan, mulai dari kebidanan, pediatri, USG 3 dan 4 dimensi, laboratorium tumbuh kembang, ibu hamil, Stem Cell hingga Woman center klinik.

"Layanan ini menjadi bagian yang dikedepankan untuk kebutuhan masyarakat modern yang ada di Kulon Progo," kata Hasto Wardoyo dalam pernyataan Grand Launching Klinik Utama Sadewa.

Ia mengatakan pada saat ini banyak dokter muda yang membuka layanan kesehatan. Hal inilah yang mendorongnya untuk membuat layanan yang berbeda bersama para dokter muda ini.

"Sistem ini sebenarnya sudah dikembangkan di RSKIA Sadewa di Yogyakarta. Hanya kan Sadewa punya cabang disini, sekolah disini. Maka kemudian kita buka klinik disini sebagai unit kedua," ungkapnya.

Hasto meyakini, Kabupaten Kulon Progo diyakini akan lebih cepat maju kedepannya, sebagai dampak dari perkembangan moda transportasi. Karenanya, Klinik Utama Sadewa akan jawaban kebutuhan masyarakat dalam bidang kesehatan.

Selain Bandara, Kulon Progo juga dekat dengan moda transportasi kereta api.

"Tol sebentar lagi ada, Jalan biasa juga ada. Jadi transportasi antar daerah itu lancar. Saya yakin Kulon Progo kedepan akan jadi hunian yang menarik, sehingga mendorong kami membuka layanan disini," ungkap Hasto.

Klinik Utama Sadewa, juga akan mendukung pencegahan kasus kematian ibu hamil yang masih terjadi di Kulon Progo. Di Bumi Binangun tersebut, pada tahun 2024 terjadi dua kasus kematian ibu hamil. Sementara pada tahun 2025, sudah terjadi satu kasus.

Kemudian dari sisi software, juga disediakan layanan digital. Home visit pasien, nantinya bisa dilakukan layanan secara digital maupun secara offline.

"Kami juga ada satu yang mungkin belum banyak dikenal yaitu Foto Frame, jadi seperti robot kecil yang kemudian bisa ditanya apa saja yang terkoneksi dengan Klinik Utama Sadewa," ucap Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan Klinik Sadewa berkomitmen memberikan edukasi, mencegah stunting. Hal ini dikarenakan, di Kulon Progo yang masih tinggi saya kira stuntingnya.

"Artinya kehamilan persalinan sudah mayoritas selamat, tetapi kualitas bayinya masih perlu ditingkatkan. Kita juga akan membantu memikirkan bagaimana stunting di Kulon Progo bisa turun," ungkap Hasto.

Menurutnya, kualitas generasi ke depan sangat tergantung pada angka stuntingnya. Gizi seimbang harus diberikan agar angka stunting di Kulon Progo semakin menurun.

Pembukaan Klinik Utama Sadewa di Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo. (ANTARA/Sutarmi)

Sementara itu, Ketua DPRD Kulon Progo Aris Syarifuddin menyampaikan Klinik Utama Sadewa menjadi bagian kolaborasi dengan Kabupaten Kulon dalam bidang kesehatan.

Pelayanan kesehatan, menjadi salah satu indikator kemajuan daerah. Jika layanan kesehatan semakin baik maka semakin baik pula kualitas hidup masyarakat. Klinik Utama Sadewa menjadi suatu terobosan baru dalam layanan kesehatan.

"Maka kami harap kehadiran klinik ini menjadi langkah maju dalam edukasi dan layanan ke masyarakat," ujar Aris.

Aris mengajak semua tenaga kesehatan di Klinik Utama Sadewa agar memberi layanan terbaik. Klinik sebaiknya bukan hanya sekedar tempat pengobatan namun juga menjadi tempat memberi harapan, semangat hidup dan sahabat pasien.

"Orang yang sakit juga butuh perhatian dan pelayanan baik, bisa jadi perhatian itu menjadi obat mujarab," ungkap Aris.




Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026