
Bupati Bantul sebut sektor pariwisata merupakan lokomotif ekonomi

Bantul (ANTARA) - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut bahwa sektor pariwisata merupakan lokomotif ekonomi di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga upaya dalam mendorong kegiatan wisata termasuk kunjungan pelajar terus dilakukan.
"Dari sisi ekonomi secara umum Pemda DIY dan Pemkab Bantul tidak pernah menerbitkan larangan study tour, karena sektor pariwisata itu adalah lokomotif ekonomi terutama di DIY," kata Bupati Halim usai kegiatan promosi wisata di Mangunan Bantul, Kamis.
Menurut dia, kalau lokomotif ekonominya berhenti, maka gerbong ekonomi yang ada di belakang lokomotif tersebut juga berhenti.
Berbagai gerbong di belakang tersebut adalah sektor akomodasi, hotel, restoran, apalagi sektor industri yang terdapat kerajinan, pusat oleh-oleh, yang di belakangnya lagi apa sektor pertanian atau bahan pangan.
"Bisa dibayangkan kalau lokomotifnya ini dipaksa berhenti karena tidak adanya study tour, maka ini semuanya akan mandeg dan ini akan berdampak sistemik terhadap PDRB (produk domestik regional bruto) kita, terhadap ekonomi kita," katanya.
Dengan demikian, kata Bupati, betapa pentingnya Pemkab Bantul menjelaskan kembali Surat Edaran Bupati tentang optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal dalam kegiatan kunjungan wisata atau study tour yang dilakukan oleh sekolah sekolah di Bantul.
"Makanya dalam pendidikan pada kegiatan study tour jangan ditiadakan, karena ada dampaknya, seperti terjadi penurunan ekonomi pariwisata secara signifikan, padahal di dalamnya ada orang-orang yang harus menafkahi anak istrinya," katanya.
Berkaitan dengan hal itu, kata Bupati Halim, apabila ada orang tua siswa yang keberatan dengan kegiatan study tour di sekolah, maka diselesaikan dengan baik, karena memang mesti mendorong kegiatan wisata, namun kunjungan belajar tersebut tetap tidak diwajibkan.
"Memang tidak wajib, tapi itu penting, supaya anak-anak punya eksperience, anak-anak mengerti dunia luar, karena kalau orang itu ibarat berada katak dalam tempurung itu pasti wawasannya rendah dan tidak percaya diri, jadi dari sisi edukasi dari sisi pendidikan tetap saja study tour itu bermanfaat," katanya.
Oleh karena itu, Pemkab Bantul juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan termasuk para kepala sekolah agar tetap mengadakan kunjungan wisata, dengan menggunakan sumber daya lokal untuk mendongkrak perekonomian daerah.
"Perkara ada problem-problemnya mari kita selesaikan, akan tetapi tidak lalu melarang secara mutlak studi tour atau kunjungan studi, karena ini akan berdampak secara penuh terhadap ekonomi, dan telah terbukti di banyak tempat," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
