Logo Header Antaranews Jogja

Laga uji coba melawan China U-17 menjadi ajang melihat kekurangan Indonesia U-17

Jumat, 6 Februari 2026 19:47 WIB
Image Print
Pemain Persija Jakarta dan timnas Indonesia Rizky Ridho (kiri), pelatih timnas U-20 Indonesia Nova Arianto (tengah), dan pemain Persija Jakarta Ryo Matsumura saat menghadiri launching sepatu dari jenama asal Jepang, ASICS, di Jakarta, Kamis (15/1/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

Jakarta (ANTARA) - Nova Arianto menyebut laga uji coba timnas U-17 Indonesia menghadapi China U-17 di Indomilk Arena, Tangerang pada Minggu (8/2) dan Rabu (11/2), menjadi ajang dirinya melihat kekurangan Garuda Muda.

Nova yang masih akan memimpin laga ini, berharap ia dapat menemukan kekurangan permainan Indonesia pada laga nanti, sebelum kemudian tongkat estafet pelatih kepala timnas U-17 yang sedang bersiap menatap Piala Asia U-17 2026 ini diserahkan kepada Kurniawan Dwi Yulianto.

"Di situ kita akan bisa melihat saat ini level tim ini ada di mana. Karena kalau di kita lihat di EPA kan saat ini mereka tampil cukup baik dan saat ini ada di posisi pertama," kata pelatih yang naik kelas dengan memimpin timnas U-20 itu, pada sesi latihan tim di Indomilk Arena, Kamis.

"Tetapi saya pikir itu bukan menjadi sebuah jaminan, karena saya yakin secara intensitas, secara kualitas pertandingannya juga akan berbeda. Dan pastinya pertandingan lawan China, saya pikir pemain akan mendapatkan banyak pelajaran yang itu yang bisa mereka bawa nanti di AFF ataupun di Piala Asia nanti," kata dia.

Menjelang laga nanti, Nova mengatakan kualitas China berada di atas Indonesia. China sendiri adalah negara yang pernah menjuarai Piala Asia U-17 sebanyak dua kali.

"Kami sudah melihat video China, dan saya lihat China sebagai tim sudah sangat siap. Karena mereka sebelum kualifikasi, mereka juga ada beberapa kali uji coba melawan Jepang. Jadi, saya lihat secara tim, China akan lebih diunggulkan karena sekali lagi mereka sudah menjalani beberapa pertandingan internasional," kata Nova, pelatih yang membawa Indonesia ke Piala Dunia U-17 2025.

"Dan pastinya itu akan sangat berbeda karena saat ini besok menjadi pertandingan internasional pertama bagi pemain-pemain muda ini. Harapannya mereka tidak canggung. Tetapi, saya minta mereka lebih enjoy agar bisa tampil maksimal besok," kata dia.

Sementara itu, "wajah" baru timnas U-17 kali ini dihuni oleh 28 pemain yang terdiri dari berbagai klub Liga Indonesia, pemain akademi, hingga mereka yang bermain di klub luar negeri.

Dari 28 pemain itu, Mierza Firjatullah merupakan pemain yang telah memiliki pengalaman di tim ini sebelumnya, dengan ia menjadi bagian tim di Piala Asia U-17 2025 dan Piala Dunia U-17 2025.

Dengan situasi ini, Nova pun berharap Mierza dapat menularkan pengalamannya ke pemain-pemain lain. "Saya harap Mierza bisa menjadi panutan untuk yang lainnya. Apalagi Mierza sudah pernah tampil di Piala Dunia dan saya harap Mierza lebih tampil dengan baik lagi agar secara mental pemain bisa lebih kuat," kata dia.

"Karena sekali lagi, Mierza sudah tampil di Piala Dunia dan pastinya itu sangat berbeda. Berbeda secara intensitas, level permainan. Saya lihat Mierza sangat berbeda dan harapannya pemain lain bisa lebih enjoy," kata dia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Laga kontra China U-17 menjadi ajang melihat kekurangan Indonesia U-17



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026