Logo Header Antaranews Jogja

Terlibat suap, mantan wakil direktur Bank of China dipecat dari partai

Sabtu, 7 Februari 2026 11:45 WIB
Image Print
BOC (Xinhua)

Beijing (ANTARA) - Wakil direktur Bank of China (BOC) periode 2018-2025 Lin Jingzhen dikeluarkan dari keanggotaan Partai Komunis China (PKC) karena diduga melakukan pelanggaran berat hukum dan disiplin partai.

Hal itu disampaikan Komisi Pusat Pemeriksaan Disiplin (CCDI) PKC sebagai lembaga pengawas internal tertinggi partai melalui laman resminya pada Jumat (6/2) dengan menyebut Lin telah "melakukan pelanggaran jabatan serius dan diduga melakukan tindak pidana suap" setelah Kongres PKC Ke-18 pada akhir 2012.

Lin juga tidak menunjukkan penyesalan atau niat menghentikan pelanggarannya.

Lin dinyatakan telah menerima hadiah secara tidak sah, menghadiri jamuan dan kegiatan wisata yang dapat mempengaruhi pelaksanaan tugasnya, serta menerima fasilitas perjalanan yang disediakan oleh pihak lain secara ilegal.

Selain itu, menyalahgunakan wewenang untuk jual beli jabatan, mempermudah pihak tertentu untuk mendapatkan pembiayaan, memperoleh harta ilegal dalam jumlah besar, dan tidak melaporkan informasi pribadi sesuai aturan. Dalam rilisnya, CCDI tidak merilis jumlah suap yang Lin terima.

Baca juga: KY dukung KPK ungkap kasus hakim di Depok diduga terlibat suap

Baca juga: KPK sita emas hingga uang asing senilai Rp40,5 M pada kasus barang KW

Tidak hanya dipecat dari partai, Lin juga harus menyerahkan seluruh hasil aset yang didapat dari pelanggaran yang dilakukan dan harus menghadapi tuntutan hukum.

Lin (60 tahun) memulai jabatan wakil direktur BOC pada Maret 2018 dan mengundurkan diri pada Januari 2025 karena alasan usia. CCDI memulai pemeriksaan disiplin dan penyelidikan atas pelanggarannya sejak September 2025.

BOC merupakan salah satu bank terbesar di China dengan nasabah pribadi mencapai 540 juta, beroperasi di 64 negara dan kawasan di luar China daratan menurut publikasi laporan tahunan 2024 BOC. Kantor cabang BOC di Hong Kong dan Makau juga berwenang menerbitkan uang kertas di kedua wilayah administrasi khusus tersebut.

Pemecatan Lin merupakan bagian dari upaya Xi Jinping dalam memerangi korupsi di berbagai sektor sejak 2012. Sebelumnya, Zhang Youxia, jenderal tertinggi di tentara China yang juga wakil ketua Komisi Militer Pusat dipecat atas dugaan suap pada akhir Januari 2026.

CCDI melaporkan sepanjang 2025, 69 pejabat setingkat provinsi atau lebih tinggi dan 983 ribu orang telah dihukum atas kasus korupsi.

Baca juga: KPK dalami temuan amplop untuk usut aliran uang dugaan korupsi Dirjen Bea Cukai

Baca juga: KPK dorong DJP dan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu serius benahi sistem






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Terlibat suap, mantan wakil direktur Bank of China dipecat dari partai



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026