Pakar : Menteri Jokowi Harus Loyalitas, Kerja Keras, Bersih dan Profesional
Selasa, 21 Oktober 2014 12:05 WIB
Perwakilan pemerhati dan LSM Pemilu yang juga pengamat hukum tata negara Refli Harun (kiri), menghadiri audiensi dengan Panja RUU Pilkada DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/9). (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
"Secara garis besar ada empat kriteria dasar yang harus dimiliki oleh menteri terpilih dalam kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla," kata Refli dalam diskusi menyambut pemerintahan baru di Jakarta, Selasa.
Refli menyebutkan bahwa empat kriteria dasar itu adalah loyalitas, kerja keras, bersih, dan profesional.
Refli menjelaskan bahwa siapapun menteri yang terpilih harus memiliki loyalitas yang tinggi kepada presiden, karena Indonesia menganut sistem Presidensial.
"Dalam hal ini menteri merupakan pembantu presiden yang menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan visi dan misi seorang presiden," kata Refli.
Bila seorang menteri berasal dari satu partai politik, maka dia tidak boleh memihak pada partai politik darimana dia berasal, tegas Refli.
Menteri yang memihak partai politiknya akan memiliki mandat untuk mewujudkan visi dan misi partai sehingga tidak mungkin dia bisa bekerja secara maksimal.
"Yang kedua seorang menteri harus mau bekerja keras, dan bukan hanya ingin menikmati fasilitas jabatannya," ujar Refli.
Refli menegaskan bahwa menteri yang mencari posisi aman untuk menikmati fasilitas jabatannya tidak akan mau memiliki konflik birokrasi demi menjalankan program kementeriannya.
"Dia tidak mau berkonflik dengan birokrasi, maka tidak ada konflik dan pasti tidak akan ada prestasi. Menteri seperti inilah yang berbahaya," jelas Refli.
Selanjutnya kriteria menteri menurut Refli adalah seseorang yang harus bersih dari indikasi-indikasi korupsi, tidak memiliki problem hukum, dan bukan mafia hukum.
Hal ini menjadi penting, karena menteri-menteri inilah yang akan mendukung presiden dalam pemberantasan korupsi dan mampu meyakinkan publik bahwa kabinet Jokowi bisa berlari kencang.
"Yang terakhir seorang menteri harus punya kompetensi, kapasitas, dan memiliki gairah untuk bekerja demi negara dan masyarakat, harus bisa menjalankan program kementerian," pungkas Refli.
Refli menyebutkan bahwa empat kriteria dasar itu adalah loyalitas, kerja keras, bersih, dan profesional.
Refli menjelaskan bahwa siapapun menteri yang terpilih harus memiliki loyalitas yang tinggi kepada presiden, karena Indonesia menganut sistem Presidensial.
"Dalam hal ini menteri merupakan pembantu presiden yang menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan visi dan misi seorang presiden," kata Refli.
Bila seorang menteri berasal dari satu partai politik, maka dia tidak boleh memihak pada partai politik darimana dia berasal, tegas Refli.
Menteri yang memihak partai politiknya akan memiliki mandat untuk mewujudkan visi dan misi partai sehingga tidak mungkin dia bisa bekerja secara maksimal.
"Yang kedua seorang menteri harus mau bekerja keras, dan bukan hanya ingin menikmati fasilitas jabatannya," ujar Refli.
Refli menegaskan bahwa menteri yang mencari posisi aman untuk menikmati fasilitas jabatannya tidak akan mau memiliki konflik birokrasi demi menjalankan program kementeriannya.
"Dia tidak mau berkonflik dengan birokrasi, maka tidak ada konflik dan pasti tidak akan ada prestasi. Menteri seperti inilah yang berbahaya," jelas Refli.
Selanjutnya kriteria menteri menurut Refli adalah seseorang yang harus bersih dari indikasi-indikasi korupsi, tidak memiliki problem hukum, dan bukan mafia hukum.
Hal ini menjadi penting, karena menteri-menteri inilah yang akan mendukung presiden dalam pemberantasan korupsi dan mampu meyakinkan publik bahwa kabinet Jokowi bisa berlari kencang.
"Yang terakhir seorang menteri harus punya kompetensi, kapasitas, dan memiliki gairah untuk bekerja demi negara dan masyarakat, harus bisa menjalankan program kementerian," pungkas Refli.
Pewarta : Antaranews
Editor : Totok Marwoto
Copyright © ANTARA 2025
Terkait
Hiswana Migas sumbang dana sosial untuk anak yatim disabilitas dan belasan ribu takjil
29 March 2025 9:24 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
"Garis Bawahi Ya Hanya kamaludin yang Minta Uang,Patrialis tidak Pernah," kata Basuki
01 February 2017 18:16 WIB, 2017
Pengacara Minta Penyidik Menyelidiki Laporan agar Membongkar Kasus Rekayasa Antasari
01 February 2017 16:25 WIB, 2017