11 Anak Berambut Gimbal Bakal Diruwat di Dieng
Selasa, 2 Agustus 2016 16:23 WIB
Seorang pemangku adat memotong rambut gimbal seorang anak saat dilaksanakan ritual ruwatan potong rambut gimbal di komplek candi Arjuna dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jateng, Minggu (3/7). Sejumlah tujuh anak berambut gim
Banjarnegara, Antara Jateng - Pergelaran "Dieng Culture Festival (DCF) VII" yang akan digelar di kompleks Candi Arjuna, Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, 5-7 Agustus 2016, bakal meruwat 11 anak berambut gimbal.
"Target kami sebenarnya tujuh anak berambul gimbal namun ternyata yang mendaftar mencapai 11 anak. Kami akan berupaya memfasilitasi mereka semua," kata Ketua Panitia DCF VII Alif Faozi di Banjarnegara, Selasa.
Menurut dia, sebagian besar anak berambut gimbal yang akan mengikuti ruwatan tersebut berasal dari Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.
"Ada satu yang berasal dari Jakarta," katanya.
Dari 11 anak berambut gimbal itu , kata dia, ada satu anak yang permintaannya cukup unik dan sederhana karena hanya berupa karet gelang.
Menurut dia, permintaan anak-anak berambut gimbal yang akan diruwat itu harus dipenuhi sebagai salah satu syarat ruwatan.
Selain itu, lanjut dia, pemotongan rambut gimbal atau ruwatan harus dilakukan atas keinginan anak, bukan kehendak orang tuanya.
Lebih lanjut, Alif mengatakan prosesi ruwatan anak berambut gimbal itu merupakan acara puncak DCF VII yang dilaksanakan pada hari Minggu (7/8).
"Pergelaran DCF VII dilaksanakan pada tanggal 5-7 Agustus dan sebagai acara puncaknya berupa ruwatan anak berambut gimbal. Berbagai rangkaian acara telah disiapkan, antara lain pergelaran 'Jazz di Atas Awan' yang biasanya hanya satu malam, kali ini dua malam," kata dia yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.
Terkait prosesi ruwatan anak berambut gimbal, dia mengatakan pihaknya berupaya menampilkan berbagai inovasi guna menarik minat wisatawan.
"Kebetulan tahun ini kami mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata berupa kereta kencana yang akan digunakan saat kirab menjelang ruwatan," tambahnya.
Ia mengatakan sebelum anak-anak berambut gimbal dibawa masuk ke kompleks Dharmasala untuk prosesi jamasan atau pencucian rambut, mereka terlebih dulu akan menyaksikan atraksi kirab.
Dengan demikian, kata dia, pihaknya akan menyiapkan panggung bagi anak-anak berambut gimbal yang akan diruwat.
"Selama ini, anak-anak berambut gimbal yang telah diruwat, langsung dibawa pulang oleh orang tuanya, padahal atraksi dalam kirab itu ditujukan sebagai hiburan bagi mereka. Oleh karena itu, mereka dipersilakan menyaksikan kirab sebelum dibawa masuk ke kompleks Dharmasala," jelasnya.
Dalam kirab kali ini, kata dia, pihaknya memberi kesempatan kepada 100 wisatawan untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan mengenakan pakaian adat masing-masing.
Ia mengharapkan DCF VII yang merupakan agenda wisata tahunan itu dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Dieng.
"Target kami sebenarnya tujuh anak berambul gimbal namun ternyata yang mendaftar mencapai 11 anak. Kami akan berupaya memfasilitasi mereka semua," kata Ketua Panitia DCF VII Alif Faozi di Banjarnegara, Selasa.
Menurut dia, sebagian besar anak berambut gimbal yang akan mengikuti ruwatan tersebut berasal dari Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo.
"Ada satu yang berasal dari Jakarta," katanya.
Dari 11 anak berambut gimbal itu , kata dia, ada satu anak yang permintaannya cukup unik dan sederhana karena hanya berupa karet gelang.
Menurut dia, permintaan anak-anak berambut gimbal yang akan diruwat itu harus dipenuhi sebagai salah satu syarat ruwatan.
Selain itu, lanjut dia, pemotongan rambut gimbal atau ruwatan harus dilakukan atas keinginan anak, bukan kehendak orang tuanya.
Lebih lanjut, Alif mengatakan prosesi ruwatan anak berambut gimbal itu merupakan acara puncak DCF VII yang dilaksanakan pada hari Minggu (7/8).
"Pergelaran DCF VII dilaksanakan pada tanggal 5-7 Agustus dan sebagai acara puncaknya berupa ruwatan anak berambut gimbal. Berbagai rangkaian acara telah disiapkan, antara lain pergelaran 'Jazz di Atas Awan' yang biasanya hanya satu malam, kali ini dua malam," kata dia yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.
Terkait prosesi ruwatan anak berambut gimbal, dia mengatakan pihaknya berupaya menampilkan berbagai inovasi guna menarik minat wisatawan.
"Kebetulan tahun ini kami mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata berupa kereta kencana yang akan digunakan saat kirab menjelang ruwatan," tambahnya.
Ia mengatakan sebelum anak-anak berambut gimbal dibawa masuk ke kompleks Dharmasala untuk prosesi jamasan atau pencucian rambut, mereka terlebih dulu akan menyaksikan atraksi kirab.
Dengan demikian, kata dia, pihaknya akan menyiapkan panggung bagi anak-anak berambut gimbal yang akan diruwat.
"Selama ini, anak-anak berambut gimbal yang telah diruwat, langsung dibawa pulang oleh orang tuanya, padahal atraksi dalam kirab itu ditujukan sebagai hiburan bagi mereka. Oleh karena itu, mereka dipersilakan menyaksikan kirab sebelum dibawa masuk ke kompleks Dharmasala," jelasnya.
Dalam kirab kali ini, kata dia, pihaknya memberi kesempatan kepada 100 wisatawan untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan mengenakan pakaian adat masing-masing.
Ia mengharapkan DCF VII yang merupakan agenda wisata tahunan itu dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Dieng.
Pewarta : Sumarwoto
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025
Terkait
Membangun karakter bangsa tangguh dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
08 January 2025 11:46 WIB
Latih sportivitas anak sejak dini melalui Ajang Balance Bike Championship 2024
30 December 2024 16:49 WIB
Comdev Universitas Prasetiya Mulya dukung pemutakhiran KIA dan peningkatan bisnis UMKM di Banyumas
20 December 2024 21:18 WIB
Terpopuler - Alfamart
Lihat Juga
Perayaan Tahun Baru, Pengunjung Objek Wisata Tawangmangu Pesta Kembang Api
01 January 2017 8:32 WIB, 2017
Sambut Tahun Baru, Boyolali Gelar Pertunjukan di 22 Titik Termasuk Godbless
29 December 2016 13:55 WIB, 2016