Logo Header Antaranews Jateng

Dinas : Harga kebutuhan pokok masyarakat di Banyumas stabil

Jumat, 4 April 2025 14:14 WIB
Image Print
Harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hingga H+3 Lebaran atau Jumat (4/4/2025) relatif stabil, bahkan cenderung turun. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengatakan harga kebutuhan pokok masyarakat di berbagai pasar tradisional Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, relatif stabil selama momentum Lebaran 2025.

"Bahkan harga beberapa kebutuhan pokok masyarakat seperti aneka cabai cenderung turun," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.

Ia mengakui harga beberapa kebutuhan pokok masyarakat sempat melonjak tinggi saat Lebaran hingga dua hari setelahnya dan selanjutnya kembali turun.

Menurut dia, lonjakan harga tersebut terjadi karena jumlah pedagang yang berjualan masih terbatas, sedangkan permintaan dari konsumen cukup tinggi.

"Namun kami optimistis harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat di Banyumas tetap stabil dalam satu pekan ke depan, bahkan diharapkan bisa terus menurun hingga kembali normal," katanya.

Salah seorang pedagang di Pasar Manis, Purwokerto, Turinah mengatakan hingga saat ini harga bawang merah masih relatif tinggi karena distributor komoditas tersebut banyak yang belum buka.

Menurut dia, harga bawang merah saat ini masih mencapai Rp6.000 per ons untuk eceran dan Rp55.000 per kilogram untuk pembelian dalam jumlah besar.

"Tapi bawang merah yang saya jual masih yang lembut (berukuran kecil, red.), kalau yang ukuran besar belum datang," katanya

Sementara untuk komoditas cabai khususnya cabai rawit merah, kata dia, saat ini mengalami penurunan harga setelah sempat melonjak selama dua hari setelah Lebaran.

Menurut dia, harga cabai rawit merah saat ini berkisar Rp60.000-Rp70.000 per kilogram.

"Kemarin saat Lebaran mencapai Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram karena yang jualan belum banyak dan pasokan juga belum datang," katanya.

Pedagang lainnya, Tasirah mengakui harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat selama momentum Lebaran 2025 relatif stabil meskipun masih tergolong tinggi setelah sempat mengalami kenaikan saat Ramadhan.

Menurut dia, lonjakan harga saat Lebaran hingga dua hari setelah Lebaran itu biasa terjadi karena jumlah pedagang yang berjualan masih terbatas.

Akan tetapi jika dibandingkan saat Lebaran 2024, kata dia, lonjakan harga yang terjadi pada Lebaran 2025 tidak setinggi tahun sebelumnya.

"Bahkan, lonjakan harga yang terjadi saat Lebaran tahun ini cepat turunnya, kalau tahun kemarin sampai satu minggu masih mahal," katanya.

Pedagang lainnya, Anjar mengatakan penurunan harga cabai rawit merah terjadi sejak hari Jumat (4/4) setelah sempat melonjak saat Lebaran.

Kendati demikian, dia mengakui tidak menutup kemungkinan ada pedagang yang masih menjual cabai rawit merah dengan harga tinggi karena kulakan saat harganya melonjak.

"Tapi untuk harga komoditas lainnya relatif stabil," katanya.

Salah seorang ibu rumah tangga, Tanti mengakui harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat saat momentum Lebaran 2025 relatif stabil meskipun masih tergolong tinggi.

Akan tetapi, kata dia, kenaikan harga yang terjadi tidak setinggi saat momentum Lebaran 2024.

"Semoga harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat bisa berangsur turun dan kembali normal. Paling tidak tetap stabil, tapi tidak terlalu tinggi," katanya.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2025