Perusahaan pembiayaan dukung perkembangan industri tekstil usai PPKM
Jumat, 3 Maret 2023 21:04 WIB
Stan BFI Finance pada pameran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) di Diamond Solo Convention Center, Jumat (3/3/2023). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Perusahaan pembiayaan BFI Finance berkomitmen mendukung perkembangan industri tekstil usai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat COVID-19.
Area Manager Business BFI Finance wilayah Semarang FX Budi Aryanto di sela pameran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) di Diamond Solo Convention Center, Jumat mengatakan PPKM yang telah resmi dihapus menjadi peluang untuk pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan berbagai sektor industri, di antaranya tekstil dan pakaian mulai menampakkan eksistensinya. Ia berharap sektor ini dapat kembali pulih dan menjadi industri yang mampu memberikan kontribusi pada keberlangsungan ekonomi.
Menurut dia, faktor pendukung dari segi inovasi dan teknologi juga meningkat, seperti digital printing yang dapat mencetak di berbagai tipe kain serta ukuran.
"Selain itu mesin industrinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelaku industri supaya lebih efisien. Terlebih tekstil dan pakaian menjadi komoditi primer semua orang, baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri," katanya.
Dalam hal ini, pihaknya berupaya terus bersinergi memperkuat ekosistem industri produksi pakaian.
Product Manager BFI Finance Cabang Yogyakarta Andi Nugroho mengatakan BFI memberikan dukungan dari sisi layanan pembiayaan mesin.
"Kami memberikan kemudahan dengan skema persetujuan cepat lima hari jika semua dokumen persyaratan sudah lengkap dan sesuai, serta tenor hingga 36 bulan," katanya.
Ia berharap skema pembiayaan tersebut dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan industri tekstil dan daya saing yang sehat.
"Selanjutnya, industri tekstil diharapkan dapat kembali pulih dan menjadi industri yang turut berpengaruh terhadap keberlangsungan ekonomi," katanya.
Area Manager Business BFI Finance wilayah Semarang FX Budi Aryanto di sela pameran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) di Diamond Solo Convention Center, Jumat mengatakan PPKM yang telah resmi dihapus menjadi peluang untuk pertumbuhan ekonomi.
Ia mengatakan berbagai sektor industri, di antaranya tekstil dan pakaian mulai menampakkan eksistensinya. Ia berharap sektor ini dapat kembali pulih dan menjadi industri yang mampu memberikan kontribusi pada keberlangsungan ekonomi.
Menurut dia, faktor pendukung dari segi inovasi dan teknologi juga meningkat, seperti digital printing yang dapat mencetak di berbagai tipe kain serta ukuran.
"Selain itu mesin industrinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelaku industri supaya lebih efisien. Terlebih tekstil dan pakaian menjadi komoditi primer semua orang, baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri," katanya.
Dalam hal ini, pihaknya berupaya terus bersinergi memperkuat ekosistem industri produksi pakaian.
Product Manager BFI Finance Cabang Yogyakarta Andi Nugroho mengatakan BFI memberikan dukungan dari sisi layanan pembiayaan mesin.
"Kami memberikan kemudahan dengan skema persetujuan cepat lima hari jika semua dokumen persyaratan sudah lengkap dan sesuai, serta tenor hingga 36 bulan," katanya.
Ia berharap skema pembiayaan tersebut dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan industri tekstil dan daya saing yang sehat.
"Selanjutnya, industri tekstil diharapkan dapat kembali pulih dan menjadi industri yang turut berpengaruh terhadap keberlangsungan ekonomi," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2025
Terkait
Bank Jateng raih penghargaan pada ajang Indonesia Best Digital Finance Award 2024
30 August 2024 10:48 WIB
BFI Finance latih dan dampingi UMKM untuk kembangkan bisnis berkelanjutan
07 October 2023 16:04 WIB, 2023
Official Leasing Partner GIIAS, MTF ikut dorong perekonomian Indonesia
29 November 2022 11:55 WIB, 2022
GIIAS Semarang, Mandiri Tunas Finance hadir sebagai Official Leasing Partner
23 November 2022 14:14 WIB, 2022
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Konsumsi listrik kendaraan EV di SPKLU meningkat 500 persen sepanjang Nataru
02 January 2025 11:01 WIB