Logo Header Antaranews Jateng

Antisipasi Daging Gelonggongan, Solo Periksa Daging dari Luar

Jumat, 9 Januari 2015 09:20 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas melakukan pemeriksaan daging sapi. (Foto ANTARA)
"Kami akan menerapkan regulasi baru dalam pemeriksaan daging sapi atau lainnya dari luar Solo, nantinya sebelum dijual kepada para pedagang di pasar tradisional daging itu harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu dan langkah ini untuk menekan maraknya peredaraan daging gelonggongan," kata Kepala Dispertan Kota Surakarta Weni Ekayanti di Solo, Jumat.

Ia mengatakan regulasi baru tersebut bakal segera diterapkan. Saat ini pihaknya sudah intens berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk para pemasok daging dari luar Solo.

Dikatakan nanti daging dari luar Kota Solo yang dijual itu dipastikan benar-benar layak dikonsumsi dan konsumen tidak dirugikan.

Pemeriksaan ini berbeda dengan yang rutin dilakukan sebelumnya. Jika sebelumnya, pihaknya yang turun langsung ke pasar-pasar, tetapi sekarang para pemasok yang harus mendatangi RPH sebelum menjual daging sapi miliknya.

Ia mengatakan pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap bulan akan terus berjalan. "Jadi nanti pemeriksaan dilakukan setiap hari. Kalau selama ini memang sudah rutin, tetapi sebulan sekali ditambah hari-hari tertentu. Kalau sekarang, sebelum dijual harus diperiksa dulu," katanya.

Ditanya soal kebutuhan daging sapi di Solo, Weni mengatakan tidak banyak perubahan. Untuk kebutuhan daging dari luar Solo berkisar antara 700 sampai 800 kilogram. Sementara di RPH Dispertan sendiri setiap harinya memotong sapi antara 12 sampai 15 ekor sapi. Bergantung dengan berat sapi yang dipotong.



Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2025