Logo Header Antaranews Jogja

Kulon Progo targetkan cetak sawah 350 hektare

Senin, 5 Januari 2015 19:50 WIB
Image Print
Ilustrasi (Foto Antara/Mamiek)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan mencetak sawah baru seluas 350 hektare hingga 2015.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Senin, mengatakan target cetak sawah baru berdasarkan potensi yang ada seluas 427 hektare yang tersebar di wilayah Kecamatan Nanggulan, Sentolo dan Pengasih.

"Pembangunan ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas yang harus dilaksanakan dengan semboyan "Madep Mantep Mangan Pangane Dewe" (makan makanan produksi sendiri)," kata Hasto.

Ia mengatakan cetak sawah baru tersebut didukung dengan kegiatan Jalan Usaha Tani, Jaringan Tingkat Usaha Tani (Jitut) dan Jaringan Irigasi Desa (Jides).

Selain itu, pembangunan cetak sawah baru tersebut didukung pembangunan Waduk Mini diarahkan bagi pemenuhan air irigasi melalui teknologi panen air hujan menggunakan teknologi geo membrane.

"Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah membangun dua waduk mini di Desa Banjaroyo Kecamatan Kalibawang dengan kapasitas tampung air sebanyak 8.000-10.000 meter kubik dan di Desa Giripurwo Kecamatan Girimulyo dengan kapasitas tampung air sebanyak 8.000 meter kubik," katanya.

Hasto mengatakan pengamanan terhadap ketersediaan produksi pangan juga didukung pembangunan jalan pertanian pada 2011 sepanjang 46.170 meter, 2012 sepanjang 80.253 meter dan 2013 sepanjang 80.253 meter atau mengalami peningkatan sebesar 73,82 persen.

"Demikian pula pembangunan jaringan irigasi sampai 2013 mengalami peningkatan 34,51 persen," kata Hasto.

Dia mengatakan dukungan lainnya adalah pengadaan alat mesin pertanian budi daya sampai 2013 juga mengalami kenaikan 3,96 persen meskipun peningkatannya relative kecil.

"Pengadaan alat mesin pertanian pasca panen dan pengolahan sampai 2013 juga mengalami kenaikan sebesar 10,23 persen dibanding 2011," kata Hasto.

(KR-STR)



Pewarta :
Editor: Masduki Attamami
COPYRIGHT © ANTARA 2026