
SPPG MBG di Boyolali libatkan belasan UMKM

Boyolali, Jateng (ANTARA) - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gagaksipat di Boyolali, Jawa Tengah, melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada program makan bergizi gratis (MBG).
Kepala SPPG Gagaksipat 2 Yuwida Salma Lova di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu mengatakan pada operasionalnya banyak melibatkan petani lokal dan UMKM.
"Terutama untuk ikan, seperti lele, patin, kemudian telur dan sayuran kami banyak melibatkan petani lokal," katanya.
Ia mengatakan untuk sayuran banyak dibeli langsung dari petani yang berjualan di Pasar Cepogo. Selain itu, sebagian lagi didatangkan dari pasar sekitar.
Sedangkan, ikan dan ayam juga didatangkan dari peternak sekitar.
"Harapannya ini bisa menumbuhkan perekonomian para petani dan pelaku UMKM," katanya.
Ia mengatakan sampai dengan saat ini SPPG yang dimotori oleh pemilik Wong Solo Group Puspo Wardoyo tersebut sudah melibatkan belasan UMKM.
Sementara itu, untuk memastikan kualitas bahan sesuai dengan keinginan SPPG, di awal kerja sama kedua pihak terlebih dahulu membuat kesepakatan.
"Jadi kalau ada yang tidak sesuai dengan standar kualitas, maka kami bisa retur," katanya.
Ia mengatakan keterlibatan tersebut sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Badan Gizi Nasional (BGN) di awal pendirian SPPG.
"Bahwa kami harus melibatkan koperasi, UMKM. Pokoknya kami memberdayakan masyarakat sekitar," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2025