
Tradisi Dandangan Kudus diupayakan jadi destinasi unggulan

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bertekad mengemas Tradisi Dandangan untuk menyambut bulan Puasa Ramadhan menjadi lebih menarik wisatawan dari berbagai daerah, sehingga nantinya menjadi destinasi wisata unggulan di Kudus.
"Pengunjungnya memang tidak hanya dari lokal Kudus, karena banyak pula dari berbagai daerah di Jawa Tengah," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti di sela-sela penutupan Dandangan Kudus, Jumat.
Ia berharap tahun depan kemasannya jauh lebih menarik, sehingga daya tariknya juga semakin meningkat agar bisa menarik pengunjung lebih banyak lagi.
Apalagi, kata dia, dampak ekonominya juga cukup signifikan karena pengunjung setiap harinya bisa mencapai 5.000 lebih.
Tradisi Dandangan merupakan warisan budaya tak benda yang diakui nasional, sehingga setiap tahun tetap digelar sebagai upaya melestarikan dan meneruskan budaya leluhur.
"Untuk penutupan hari ini (28/2), karena kami prediksi besok mulai awal Ramadhan meskipun nantinya masih harus menunggu pengumuman dari pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah mengungkapkan penutupan Tradisi Dandangan Kudus pada hari ini (28/2) digelar dengan kirab yang diikuti dari sembilan kecamatan dan 132 desa dan kelurahan.
Kirab dandangan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari visualisasi Tradisi Dandangan Kudus bahwa pihak Menara Kudus akan mengumumkan waktu awal bulan puasa setelah terlebih dahulu menjalankan shalat Ashar berjamaah.
Melalui visualisasi tersebut, kata Tika, juga bagian dari edukasi terhadap generasi muda, bahwa era Sunan Kudus terdapat tradisi untuk mengumumkan awal bulan Puasa Ramadhan dengan mendatangi kompleks Menara Kudus.
Menurut dia tradisi dandangan memungkinkan dikembangkan menjadi lebih menarik lagi, agar menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kudus.
"Bahkan, tradisi dandangan ini juga menciptakan efek pengganda untuk masyarakat karena dimeriahkan dengan Pasar Malam dan atrakasi seni selama pelaksanaan dandangan mulai 19-28 Februari 2025," ujarnya.
Sementara jumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang terlibat dalam acara Pasar Malam Dandangan itu mencapai 450 unit, belum termasuk pedagang lesehan yang diperkirakan mencapai 600-an orang.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2025