
Tanah longsor di Gumelar, jalan ke Ajibarang bisa dilewati kembali

Purwokerto (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menangani tanah longsor di sejumlah wilayah di Gumelar yang terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu (2/4) petang hingga malam hari.
"Berdasarkan laporan yang kami terima, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi semalam mengakibatkan tebing setinggi 20 meter dan lebar 10 meter di tanjakan Cogreg, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, longsor hingga menutup ruas jalan kabupaten itu, dan menyumbat saluran drainase," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Budi Nugroho di Purwokerto, Banyumas, Kamis.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya bersama sukarelawan melakukan penanganan darurat untuk membuka akses jalan kabupaten yang tertimbun material longsoran tersebut.
Menurut dia, penanganan darurat tersebut selesai pada hari Rabu (2/4), pukul 21.30 WIB, sehingga ruas jalan utama yang menghubungkan Ajibarang dan Gumelar dapat dilalui kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat secara bergantian menggunakan satu lajur.
"Penanganan terhadap tanah longsor di jalan utama penghubung Ajibarang-Gumelar itu dilanjutkan hari ini sekaligus untuk melakukan asesmen terhadap tanah longsor yang dilaporkan mengancam rumah warga di Desa Cihonje RT 05 RW 05 maupun tanah longsor di jalan lingkungan RT 03 RW 05," katanya.
Ia mengatakan tanah longsor atau ambles di sebelah barat hutan Kaliung juga dilaporkan memutus akses jalan penghubung Desa Sidamulya dan Tlaga, Kecamatan Gumelar, serta menumbangkan sejumlah pohon di sekitarnya.
Selain tanah longsor, kata dia, hujan intensitas tinggi yang terjadi pada Rabu (2/4) malam juga mengakibatkan air Sungai Tajum meluap hingga menggenangi ruas jalan di perbatasan Desa Kracak dan Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang.
Menurut dia, banjir luapan Sungai Tajum di ruas jalan kabupaten tersebut surut pada hari Rabu (2/4), pukul 20.30 WIB.
"Kami melaksanakan pengendalian operasi penanganan darurat Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) lintas sektor dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani kejadian tanah longsor maupun banjir tersebut," kata Budi.
Pewarta : Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2025