Rusia Siap Veto Resolusi PBB untuk Kirim Pengamat ke Aleppo
Senin, 19 Desember 2016 12:58 WIB
Warga berjalan di atas reruntuhan sementara warga lainnya berusaha memadamkan api setelah serangan udara oleh pasukan yang loyal terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus, Suriah, Senin (9/2). (REUTERS/Mohammed Badra)
Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB, Amerika Serikat, Antara Jateng - Rusia siap menggunakan hak veto untuk memblokir rancangan resolusi Prancis mengenai pengiriman pengamat PBB ke Aleppo untuk memantau evakuasi dan membantu melindungi warga sipil, ungkap utusan Moskow pada Minggu (18/12).
"Kami tidak bisa membiarkannya karena ini adalah bencana," kata Duta Besar Vitaly Churkin kepada wartawan.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu untuk menggelar konsultasi tertutup yang diikuti dengan pemungutan suara mengenai usul tersebut.
Churkin mengatakan Rusia, sekutu Suriah, akan mengajukan usul sendiri untuk pengawasan, tetapi dia menolak memberikan rincian.
Prancis pada Jumat malam membagikan rancangan teks yang menyatakan bahwa Dewan "khawatir" dengan memburuknya krisis kemanusiaan di Aleppo dan fakta bahwa "puluhan ribu warga yang dikepung di Aleppo" sangat membutuhkan bantuan dan evakuasi.
Rusia sudah memveto enam resolusi tentang Suriah sejak konflik tersebut dimulai pada Maret 2011 menurut warta kantor berita AFP. (kn)
"Kami tidak bisa membiarkannya karena ini adalah bencana," kata Duta Besar Vitaly Churkin kepada wartawan.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan bertemu untuk menggelar konsultasi tertutup yang diikuti dengan pemungutan suara mengenai usul tersebut.
Churkin mengatakan Rusia, sekutu Suriah, akan mengajukan usul sendiri untuk pengawasan, tetapi dia menolak memberikan rincian.
Prancis pada Jumat malam membagikan rancangan teks yang menyatakan bahwa Dewan "khawatir" dengan memburuknya krisis kemanusiaan di Aleppo dan fakta bahwa "puluhan ribu warga yang dikepung di Aleppo" sangat membutuhkan bantuan dan evakuasi.
Rusia sudah memveto enam resolusi tentang Suriah sejak konflik tersebut dimulai pada Maret 2011 menurut warta kantor berita AFP. (kn)
Pewarta : Antaranews
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025
Terkait
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
Prancis: Keputusan Donald Trump "Risiko Serius" bagi Tatanan Perdagangan Global
01 February 2017 6:29 WIB, 2017