BMKG: Pergerakan Abu Vulkanik Gunung Agung tidak Terdeteksi
Selasa, 26 September 2017 12:16 WIB
Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung Sejumlah warga melihat Gunung Agung dari Desa Batu Niti yang berjarak sekitar 12 kilometer dari gunung berstatus awas itu, Karangasem, Bali, Senin (25/9/2017). Sebagian warga yang tinggal di kawasan rawan bencana di
Denpasar, ANTARA JATENG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
(BMKG) menyebut bahwa hingga saat ini belum terdeteksi debu vulkanik
Gunung Agung yang menyelimuti wilayah udara Bali meskipun gunung berapi
itu dalam status awas.
"Pergerakan abu vulkanik Gunung Agung tidak terdeteksi berdasarkan citra satelit cuaca Himawari," kata Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Taufik Gunawan di Denpasar, Selasa.
BMKG menyebutkan prakiraan angin saat ini berhembus dari timur-tenggara dengan kecepatan 05-10 knots hingga pukul 12.00 Wita pada ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut.
Ia juga menyebutkan prakiraan angin berhembus dari timur laut dengan kecepatan 10 hingga 15 knots dari ketiggian 5.000 meter di atas permukaan laut hingga pukul 12.00 Wita.
Sementara itu Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan kode kuning untuk penerbangan.
BMKG menyebutkan sesuai data PVMBG pascapeningkatan status awas gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu menunjukkan peningkatan frekuensi gempa signifikan antara tanggal 21-25 September 2017 dengan total gempa sebanyak 369 kali.
Hingga 26 September 2017 pukul 08.00 Wita teranalisis hasil rekaman seismograf BMKG dengan nilai magnitudo dominan pada 2,6 hingga 3,0.
"Pergerakan abu vulkanik Gunung Agung tidak terdeteksi berdasarkan citra satelit cuaca Himawari," kata Kepala BMKG Wilayah III Denpasar Taufik Gunawan di Denpasar, Selasa.
BMKG menyebutkan prakiraan angin saat ini berhembus dari timur-tenggara dengan kecepatan 05-10 knots hingga pukul 12.00 Wita pada ketinggian sekitar 3.000 meter di atas permukaan laut.
Ia juga menyebutkan prakiraan angin berhembus dari timur laut dengan kecepatan 10 hingga 15 knots dari ketiggian 5.000 meter di atas permukaan laut hingga pukul 12.00 Wita.
Sementara itu Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan kode kuning untuk penerbangan.
BMKG menyebutkan sesuai data PVMBG pascapeningkatan status awas gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu menunjukkan peningkatan frekuensi gempa signifikan antara tanggal 21-25 September 2017 dengan total gempa sebanyak 369 kali.
Hingga 26 September 2017 pukul 08.00 Wita teranalisis hasil rekaman seismograf BMKG dengan nilai magnitudo dominan pada 2,6 hingga 3,0.
Pewarta : Dewa Wiguna
Editor :
Copyright © ANTARA 2025
Terkait
Kementerian Pariwisata targetkan pergerakan 277,7 juta wisatawan di Jateng - DIY
26 July 2023 20:12 WIB, 2023
Pernikahan Kaesang, Bandara Adi Soemarmo perketat pengamanan kedatangan tamu VIP
09 December 2022 22:03 WIB, 2022
Dinkes Boyolali minta masyarakat waspadai pergerakan naiknya kasus COVID-19
15 November 2022 14:07 WIB, 2022
Pergerakan tanah di Desa Sawangan Wonosobo, lahan pertanian ambles dan bangunan serta jalan retak
17 February 2022 9:41 WIB, 2022
Sekda jateng minta petugas antisipasi pergerakan warga wilayah lokal
10 December 2021 20:05 WIB, 2021
Terpopuler - NASIONAL
Lihat Juga
HUT Ke-68 LVRI, Ketum PPM berharap kesejahteraan veteran dapat terus ditingkatkan
02 January 2025 11:04 WIB