Logo Header Antaranews Jogja

Sultan jadi "pengageng" upacara satu abad Sleman

Minggu, 15 Mei 2016 19:59 WIB
Image Print
Sri Sultan HB X (Foto antaranews.com)

Sleman (Antara Jogja) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X menjadi "pengageng" atau inspektur upacara dalam Bahasa Jawa pada puncak peringatan satu abad Kabupaten Sleman di Lapangan Denggung, Minggu sore.

Prosesi upacara peringatan satu abad Sleman tersebut, digelar menggunakan Bahasa Jawa dan seluruh peserta upacara juga menggenakan pakaian Jawa yang didominasi kain lurik.

Upacara diawali pada pukul 14.00 WIB, berupa pengambilan tombak "Pusaka Kyai Turun Sih", yang merupakan lambang kebesaran Sleman, pemberian Keraton Yogyakaryta disertai umbul-umbul "Mego Ngapak" dan lambang Kabupaten Sleman oleh ratusan "bergodo" atau pasukan berpakaian adat Jawa.

Sebelum upacara, digelar repotoar tari kolosal "Astungkara Sembada" yang dibawakan oleh 100 orang.

Tarian itu membawa maksud harapan kemajuan Sleman di segala bidang pada masa mendatang.

Sri Sultan HB X usai pelaksanaan upacara berpesan kepada Pemkab Sleman untuk menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam makna "Sleman Sembada".

Bila filosofi tersebut diterapkan, Sultan menjamin kesejahteraan masyarakat Sleman bisa tercapai.

"Setidaknya saat ini masyarakat bisa guyub. Bekerja sama untuk membangun Sleman," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan seabad Sleman dijadikan momentum kebangkitan Sleman dan mengajak kepada masyarakat berperan serta membangun daerah itu menjadi semakin maju.

"Memasuki abad kedua ini, semangat untuk membangun Sleman harus ditumbuhkan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, juga diluncurkan layanan aplikasi aduan dalam jaringan sebagai bagian dari program "smart regency" Sleman.

Peluncuran ditandai dengan pelepasan 100 burung merpati yang dipimpin Sultan HB X.


(U.V001)



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026