Logo Header Antaranews Jateng

Warga Jiken Blora desak pemerintah segera perbaiki jalan rusak

Kamis, 3 April 2025 10:07 WIB
Image Print
Aksi protes warga Desa Ngelebur, Janjang, dan Bleboh, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menanam pohon pisang di tengah jalan karena kerusakan yang terjadi tak kunjung diperbaiki. (ANTARA/Gunawan.)

Blora (ANTARA) - Warga Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendesak Pemerintah Kabupaten Blora segera memperbaiki akses jalan penghubung antar Desa Cabak menuju Desa Nglebur, Desa Janjang, dan Desa Bleboh karena kerusakannya cukup parah.

"Kondisi jalan yang rusak berat ini sudah berlangsung cukup lama. Lubang-lubang besar, jalanan berlumpur saat hujan, dan permukaan aspal yang nyaris tak terlihat menjadi pemandangan sehari-hari kami," kata Sahit, salah satu warga Kecamatan Jiken di Blora, Kamis.

Dengan kondisi jalan yang rusak parah, kata dia, mengganggu aktivitas ekonomi warga, mulai dari hasil pertanian, pendidikan, hingga transportasi umum.

Sunardi, petani asal Desa Janjang mengakui setiap musim hujan jalannya berubah menjadi kubangan. Sedangkan di musim kemarau, debunya luar biasa.

"Mau ke pasar, mengangkut hasil panen itu semua jadi mahal dan susah," ujarnya.

Untuk itulah dia mendesak kepada Pemkab Blora segera memenuhi janjinya memperbaiki jalan yang rusak.

Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto juga mendesak Pemkab Blora segera melaksanakan perbaikan jalan, menyusul adanya dana pinjaman daerah senilai Rp215 miliar yang memang diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan di tahun 2025.

Beberapa ruas jalan penghubung antar kecamatan, kata dia, kondisinya memang mengalami kerusakan dan berlubang.

Belum adanya perbaikan jalan rusak, memaksa 200-an warga melakukan aksi unjuk rasa dan melakukan aksi penanaman pohon pisang di jalan yang rusak serta mengusung spanduk kritikan, Rabu (2/4).

Spanduk yang diusung warga bertulisan "Kami masyarakat Nglebur – Janjang – Bleboh telah mendukung program Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia dengan cara jalan rusak yang menghambat akses ekonomi kami manfaatkan untuk budidaya kebun pisang. Janjimu tak semanis bicaramu. Ubur-ubur ikan lele, dana perbaikan jalan kemana, le".

Aksi tanam pisang sebagai langkah awal dari bentuk protes yang bisa terus berkembang bila tidak ada tindak lanjut dari pemerintah daerah. Warga juga menyerukan untuk menanam lebih banyak pohon jika kondisi jalan tetap dibiarkan.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2025