Logo Header Antaranews Jateng

Jumlah Pertashop di Banyumas diharapkan terus bertambah

Selasa, 16 Februari 2021 15:13 WIB
Image Print
Bupati Banyumas Achmad Husein memegang sepeda motor yang sedang diisi Pertamax oleh Rektor UMP Dr Jebul Suroso saat peresmian Pertashop di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa (16/2/2021). ANTARA/Sumarwoto
Banyumas (ANTARA) - Bupati Banyumas Achmad Husein mengharapkan jumlah Pertashop di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus bertambah karena dapat menyerap tenaga kerja dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM).

"Di sini (yang mengelola Pertashop) minimal tiga atau lima tenaga kerja. Belum lagi tenaga kerja untuk cuci kendaraan bermotor, kafe, dan mungkin usaha pembuatan makanan siap saji untuk dijual di kafe," katanya di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Selasa.

Bupati mengatakan hal itu saat memberi sambutan dalam peresmian Pertashop Desa Kalibagor yang dibangun oleh lembaga ekonomi atau amal usaha Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), yakni CV Insan Madani Energi bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dan pengelolaannya secara kemitraan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) "Kusuma Mukti" Kalibagor".

Baca juga: UMP-Pertamina bangun Pertashop melalui program kemitraan

Ia mengatakan jika CV Insan Madani Energi dan Pertamina bisa membuka 100 Pertashop, berarti paling tidak akan ada ratusan tenaga kerja yang dapat diserap.

"Apalagi di Banyumas ada 331 desa/kelurahan dan saat ini baru ada enam Pertashop," katanya.

Kendati demikian, dia mengharapkan titik impas (break even poin/BEP) yang dicapai oleh Pertashop tidak sampai di atas 15 tahun. "Syukur kalau tiga-empat tahun bisa meraih BEP," katanya.

Menurut dia, hal itu disebabkan keberadaan bahan bakar fosil (BBM, red.) akan mulai ditinggalkan dalam kurun 10 tahun ke depan seiring dengan penggunaan kendaraan bertenaga listrik.

"Antisipasi ke depan, 10 tahun ke atas, mungkin bisa lebih cepat, energi mobil dan sepeda motor nantinya listrik, itu pasti karena listrik murah sekali. Apalagi orang Indonesia sudah bisa bikin batere sendiri, kita punya bahan baku yang demikian besarnya. Kalau itu terjadi, energi fosil kita tinggalkan, semuanya adalah energi listrik," katanya.

Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Rayon IV Adeka Sangtraga Hitapriya mengatakan secara nasional, Pertashop ditargetkan akan hadir di 10.000 lokasi pada tahun 2021.

"Kalau wilayah saya, misalkan kalau ditarget 30, mungkin kurang ya. Bisa lebih dari itu, asalkan yang pertama dari aspek lokasi atau bisnis itu masuk, jangan sampai mitra kita yang sudah jalan, kok Pertashopnya kok terbengkalai, tidak jalan, kita tidak mengharapkan itu," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, Pertashop yang sekarang berjalan merupakan program kemitraan, sedangkan sebelumnya merupakan percontohan.

Dengan demikian, lanjut dia, antara mitra dan desa pasti ada mekanisme internal dalam pengelolaan Pertashop agar kegiatan kemaslahatan masyarakat maupun bisnis tetap bisa berjalan.

"Di Banyumas yang program percontohan ada empat lokasi, sedangkan yang kemitraan sudah ada dua. Ke depan akan tambah lagi satu di Tanggeran dan Sumpiuh ada tiga yang kami coba, polanya kemitraan. Tahun ini, secara pribadi, saya ingin per bulan enam Pertashop yang dibuka, cuma nanti kesiapan mitra dan desa, pencarian titik lokasi, dan sebagainya perlu dipikirkan," katanya.

Baca juga: 19 pertashop penyalur BBM hadir di wilayah Pati
Baca juga: Pertamina ajak pemda salurkan energi desa melalui Pertashop

 

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2025