Logo Header Antaranews Jateng

Kebaya Kutubaru dan Kartini pantas dicatat warisan budaya tak benda nasional

Rabu, 26 Februari 2025 19:25 WIB
Image Print
Miranti Serad Ginanjar dari Timnas Kebaya Indonesia, desainer kebaya ternama Anne Avantie, dan Mia Soedarso dari Timnas Kebaya Indonesia Jateng (ANTARA/HO-Pri)

Semarang (ANTARA) - Yayasan Timnas Kebaya Indonesia Jawa Tengah mengangkat urgensi pencatatan Kebaya Kutubaru dan Kebaya Kartini sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Semarang, Senin, menghadirkan sejumlah tokoh penting dalam dunia kebaya, di antaranya Miranti Serad Ginanjar dari Timnas Kebaya Indonesia, desainer kebaya ternama Anne Avantie, dan Mia Soedarso dari Timnas Kebaya Indonesia Jateng

Perwakilan dari Timnas Kebaya Indonesia Miranti Serad Ginanjar mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda yang penting untuk dilestarikan dan diteruskan dari generasi ke generasi.

Selain itu, kata dia, acara tersebut juga mengangkat potensi kebaya sebagai salah satu elemen budaya yang dapat berkontribusi pada perekonomian nasional.

Miranti yang juga merupakan bagian dari tim pengajuan Dossier Kebaya ke UNESCO dan penyusun "Buku Kebaya Keanggunan Yang Diwariskan", menyatakan harapannya agar Kebaya Kutubaru dan Kebaya Kartini segera didaftarkan sebagai WBTB Nasional oleh Pemerintah Provinsi Jateng.

Sebab, saat ini hanya Kebaya Labuh dan Kebaya Kerancang yang telah terdaftar dalam WBTB Nasional.

"Harapan utama kami adalah agar kebaya, sebagai warisan budaya tak benda yang diwariskan dari generasi ke generasi, akan terus hidup dan berkelanjutan," katanya.

Perancang busana Anne Avantie menambahkan bahwa kebaya bukan sekadar pakaian, melainkan memiliki makna mendalam dalam kehidupan banyak orang.

"Kebaya bukan sepotong baju, tetapi sebuah pembaharuan hidup yang menghidupi kehidupan banyak orang dan sesama," ujarnya.

Sementara itu, Mia Soedarso dari Timnas Kebaya Indonesia Jateng berharap dengan digelarnya acara tersebut maka kebaya sebagai bagian dari budaya Indonesia dapat terus diperkenalkan ke dunia internasional dan mendapat pengakuan sebagai salah satu warisan budaya tak benda yang harus dilestarikan dan dihargai oleh generasi mendatang.

"Semoga kebaya terus berkembang, menjadi bagian penting dari identitas kita, dan dapat diakui secara global sebagai warisan budaya yang layak dilestarikan," pungkasnya.

Puncak acara ditandai dengan peluncuran buku "Kebaya Keanggunan Yang Diwariskan" karya Miranti Serad Ginanjar, yang juga menjadi simbol dari komitmen untuk terus melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia.

Acara ini diakhiri dengan sesi foto bersama untuk mempererat kebersamaan dan semangat kolektif dalam melestarikan kebaya sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi.



Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2025