Logo Header Antaranews Jateng

Lulusan SMKN Jateng direkrut perusahaan Jepang

Kamis, 27 Februari 2025 23:55 WIB
Image Print
Kegiatan pelepasan siswa yang akan berangkat bekerja di Jepang yang berlangsung di Gedung AVA SMKN Jateng Kampus Semarang, Kamis (27/2/2025). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Sebanyak 18 orang alumni Program Kelas Jepang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jawa Tengah di Semarang, akan berangkat ke Negeri Sakura, pada Maret-April 2025 untuk bekerja di perusahaan Uno Co Ltd, sambil berkuliah di Takayama College of Car.

Kepala SMKN Jateng Kampus Semarang Hardo Sujatmiko, di Semarang, Kamis, mengatakan bahwa program Kelas Jepang diinisiasi sejak 2022/2023 bagi siswa yang mempunyai minat bekerja di Jepang.

Pada semester enam, mereka mulai dilatih berbahasa Jepang, kemudian dilanjutkan pelatihan secara boarding di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kebun Teknologi, Surakarta.

Setelah dinyatakan lolos sesuai spesifikasi kerja, mereka kemudian menjalani wawancara dengan pihak universitas dan perusahaan.

"Ada 18 (orang) yang berangkat, terdiri atas batch 1 sebanyak 14 orang dan batch 2 sebanyak empat orang alumni. Kalau untuk pembiayaan (belajar bahasa Jepang), pertama ada dari Bank Jateng, dan kedua bantuan dari pemerintah pusat melalui SMK PK (Pusat Keunggulan)," katanya, usai acara pelepasan siswa di Gedung AVA SMKN Jateng Kampus Semarang.

Ia berharap program perdana tersebut akan berhasil dan memberikan motivasi siswa-siswi lain untuk dapat memperbaiki hidup lewat pendidikan.

"Harapannya, ketika mereka kerja di Jepang bukan hanya untuk mereka sendiri. Tapi, mereka bisa mengubah perekonomian keluarga," katanya.

Chief Executive Officer (CEO) Uno Co Ltd Japan Uno Hisaya mengatakan bahwa rekrutmen tenaga kerja dari SMK Negeri Jateng baru kali pertama dilakukan, dan ke depannya akan ditingkatkan jumlah sarapan dari Indonesia.

"Ini merupakan yang pertama, berawal dari Takayama College of Car yang ingin mendatangkan pelajar dari Indonesia. Ini kesempatan bisnis yang bagus, karena di Prefektur Gifu memang kekurangan pekerja. Maka secara bertahap kita rekrut 16 orang, kemudian berkembang 35 orang sampai 50 orang di masa depan," katanya.

Uno berharap pekerja yang direkrut dari SMKN Jateng segera menyesuaikan diri dengan kehidupan di Jepang sehingga mereka akan mampu bekerja dengan baik di Negeri Matahari Terbit.

Sementara itu, Irfan Yoga Putra, alumnus SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, Jurusan Teknik Elektronika Industri mengaku tak sabar untuk segera terbang ke Jepang.

Ia menyebutkan bahwa gaji pertamanya nanti akan digunakan untuk membahagiakan nenek dan adik-adiknya di Purworejo.

Irfan bersyukur dapat bersekolah dan tinggal di asrama SMKN Jateng dengan gratis dan pembelajaran bahasa Jepang di LPK Kebun Teknologi yang diperoleh dengan cuma-cuma.

"Kedua orang tua saya sudah meninggal. Saya tinggal dengan nenek yang bekerja sebagai pelayan warung soto. Kalau dapat gaji pertama, ingin bisa dapat visa Engineering di Jepang. Setelahnya, menyisihkan uang untuk mengumrohkan nenek dan memperbaiki rumah di kampung," katanya.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2025