Logo Header Antaranews Jateng

Banyumas imbau pengelola objek wisata lakukan mitigasi jelang Lebaran

Rabu, 5 Maret 2025 11:47 WIB
Image Print
Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Wardoyo. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengimbau seluruh pengelola objek wisata di wilayah ini untuk melakukan mitigasi bencana maupun risiko menjelang momentum libur Lebaran 2025.

"Dinporabudpar Banyumas pada hari Selasa (4/3) telah mengeluarkan surat bernomor P/500.13/2/III/2025 terkait imbauan penyelenggaraan kegiatan di daya tarik wisata (objek wisata, Red) Kabupaten Banyumas dalam menyambut libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau Lebaran 2025," kata Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas Wardoyo, di Purwokerto, Banyumas, Rabu.

Ia mengatakan surat imbauan tersebut, di antaranya meminta pengelola objek wisata untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana di daya tarik wisata dan kawasan wisata selama libur Lebaran serta menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana untuk antisipasi bila terjadi bencana.

Selain itu, kata dia, pengelola objek wisata diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengingat sebagian besar daya tarik wisata di Banyumas merupakan alam terbuka serta saat momentum Lebaran masih berpotensi terjadi hujan.

"Jadi, kami imbau pengelola objek wisata untuk melakukan mitigasi bencana guna mengurangi risiko ketika terjadi potensi bencana di daya tarik wisata," katanya lagi.

Ia mengatakan selain mitigasi bencana, pengelola objek wisata juga diimbau untuk melakukan mitigasi risiko melalui pengawasan ekstra terhadap wahana wisata rakitan atau tidak memiliki standar spesifikasi teknis dengan menambah petugas pengawas di lokasi wahana tersebut maupun menutup atau tidak mengoperasionalkan wahana yang berisiko tinggi.

Sementara untuk daya tarik wisata berbasis air yang belum memiliki personel atau petugas penyelamat, kata dia pula, diimbau untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas terkait dengan pemenuhan alat-alat keselamatan dan petugas penyelamat.

Selain itu, kata dia lagi, melakukan langkah antisipatif sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing seperti ketersediaan standar operasional prosedur penanganan bencana, ketersediaan sarana prasarana, dan sumber daya manusia.

"Kami bersama dinas terkait akan melakukan pengecekan kelaikan wahana atau alat maupun perlengkapan untuk atraksi wisata dan izin operasional aktivitas wisata pada wisata berisiko tinggi," kata Wardoyo pula.

Baca juga: Ada 800 tiket mudik gratis Sampit-Semarang



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2025