Logo Header Antaranews Jateng

Bupati: Perusahaan swasta bantu perbaikan 10 rumah tak layak huni

Kamis, 27 Maret 2025 21:23 WIB
Image Print
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat menyerahkan program bantuan bedah rumah dari PT Nojorono Kudus di Pendopo Kabupaten Kudus Jawa Tengah, Kamis (27/3/2025). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - Perusahaan swasta di Kabupaten Kudus Jawa Tengah ikut membantu perbaikan 10 rumah tidak layak huni di Kabupaten Kudus, sebagai bentuk kepedulian perusahaan swasta terhadap masyarakat, kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.

"Kami berterima kasih terhadap PT Nojorono karena mau membantu memperbaiki rumah tidak layak huni melalui program bedah rumah tidak layak huni -RTLH-, sebagai bagian dukungan terhadap pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan," ujarnya saat penyerahan bantuan program bedah rumah dari PT Nojorono di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis.

Menurut dia, kehadiran PT Nojorono dan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sangat berarti karena kolaborasi keduanya berhasil memperbaiki 10 rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

Apalagi, kata dia, di Kabupaten Kudus masih banyak rumah tidak layak huni, sehingga pemerintah memang membutuhkan dukungan banyak pihak.

Ia juga meminta kepala desa untuk melakukan penyisiran di wilayahnya, jika ada rumah tidak layak huni untuk dilaporkan ke Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus untuk diusulkan mendapatkan bantuan program bedah rumah.

Selain dari APBD, katanya, sejumlah perusahaan besar di Kudus memang turut membantu melakukan perbaikan melalui program bedah rumah lewat program tanggung jawab sosial perusahaan (Coorporate Social Responsibility/CSR). Di antaranya, ada PT Nojorono, kemudian ada PT Sukun, PT Djarum, serta PT Pura.

CSR Manajer PT Nojorono T. Sugianto mengungkapkan awalnya tidak percaya bahwa di Kabupaten Kudus masih ada rumah tidak layak huni. Namun, setelah blusukan ke kampung-kampung ternyata masih ada rumah yang tidak layak huni.

Setelah dilakukan pemetaan, kata dia, akhirnya dipilih 10 rumah yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus.

"Untuk sementara ada 10 rumah yang kami bantu perbaiki melalui program bedah rumah. Selain di Kudus juga kami melaksanakan program serupa dengan sasaran 10 rumah di Kebumen," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga turut menyantuni anak yatim dan piatu karyawan perusahaan.

Ketua LAZISNU PWNU Jateng Muh Mahsun mengakui LAZISNU juga memiliki program bedah rumah secara mandiri, kemudian diajak kolaborasi dengan PT Nojorono Kudus.

"Kami berharap dukungan masyarakat bisa membantu mengisi donasi melalui Koin NU merupakan kotak infak NU yang nantinya dana tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, salah satunya bedah rumah," ujarnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng Sakina Rosellasari menyampaikan apresiasinya terhadap perusahaan asal Kudus itu, karena selain di Kudus juga membantu bedah rumah di Kebumen.

Lewat program CSRnya, kata dia, juga turut membantu penurunan angka stunting atau tengkes, pelestarian kebudayaan caping kalo, edukasi Museum Kretek, membantu anak yatim, membantu gereja dan mushala, memberikan keahlian warga di bidang kerajinan pandan, serta bedah rumah yang totalnya Rp1,19 miliar.




Baca juga: Pemkab Kudus mulai susun perencanaan tuntaskan pembangunan Pasar Babe



Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2025