
Isu tsunami pascagempa magnitudo 5 di Cilacap, ini tanggapan BPBD

Purwokerto (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memantau dampak gempa bermagnitudo 5 yang mengguncang wilayah itu pada Jumat siang.
"Guncangan gempa tersebut terasa cukup kencang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Bayu Prahara, saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.
Ia menambahkan, berdasarkan data yang dirilis BMKG, gempa bermagnitudo 5 itu terjadi pada pukul 13.59 WIB. Pusat gempa berlokasi di 8,43 lintang selatan dan 109,18 bujur timur atau 80 kilometer tenggara Cilacap dengan kedalaman 10 kilometer.
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak percaya terhadap berita-berita hoaks karena gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya akan terus memantau dampak gempa tersebut di Cilacap mengingat pusat gempa cukup dekat dengan wilayah itu.
"Sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut. Semoga kondisi tetap aman dan kendali," kata Bayu.
Saat dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi (BMKG) Stasiun Geofisika Banjarnegara Hery Susanto Wibowo mengatakan jika dilihat dari lokasi episenter dan hiposenternya, gempa bermagnitudo 5 itu dipicu oleh subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.
Menurut dia, gempa tersebut dirasakan hampir di seluruh pesisir selatan Jawa Tengah seperti Cilacap, Kebumen, dan Purworejo, serta pesisir selatan Yogyakarta dan pesisir selatan Pacitan, Jawa Timur, dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Oleh karena itu, kata dia, wisatawan yang mengunjungi pantai selatan Jawa Tengah diimbau untuk tetap tenang dan waspada.
"Meskipun pusat gempa tersebut cukup dekat dan dangkal, sampai saat ini belum ada laporan dampak kerusakan dan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga saat ini belum ada gempa susulan," katanya.
Pewarta : Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2025