Peserta Aksi Bela Rohingya Bawa Kardus Galang Dana
Sabtu, 16 September 2017 12:08 WIB
Ilustrasi - Aksi Peduli Rohingya Di Medan Seorang anak memegang poster ketika ikut berunjuk rasa yang digelar Aliansi Sumut Peduli Rohingya, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (15/9/2017). (ANTARA/Irsan Mulyadi)
Jakarta (ANTARA News) - Peserta Aksi 169 Bela Rohingya mulai memadati
kawasan Bunderan Patung Kuda dan Pintu Silang Monumen Nasional bagian
Selatan, Jakarta, Sabtu pagi.
Peserta aksi terlihat dari berdatangan dari berbagai penjuru menuju pusat orasi di kawasan Patung Kuda dan Pintu Masuk Silang Monas bagian Selatan.
Seru-seruan serta takbir mulai dedungkan dan juga dilantunkan ayat-ayat suci Al quran juga dikibarkan Bendera Merah Putih.
Peserta juga membawa kardus dan kantong untuk menggalang dana untuk saudara-saudara Muslim di Rohingnya.
Mereka datang dari berbagai organisasi, di antaranya Front Pembela Islam, Majelis Ulama Indonesia, Partai Politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sejauh ini aksi masih terpantau tertib, meskipun terik matahari menyengat di atas ratusan peserta aksi.
Aksi 169 ini merupakan aksi susulan sebelumnya pada 6 September 2017 (69) dengan tema yang sama sebagai solidaritas kemanusiaan di Rohingnya, Myanmar.
Peserta aksi terlihat dari berdatangan dari berbagai penjuru menuju pusat orasi di kawasan Patung Kuda dan Pintu Masuk Silang Monas bagian Selatan.
Seru-seruan serta takbir mulai dedungkan dan juga dilantunkan ayat-ayat suci Al quran juga dikibarkan Bendera Merah Putih.
Peserta juga membawa kardus dan kantong untuk menggalang dana untuk saudara-saudara Muslim di Rohingnya.
Mereka datang dari berbagai organisasi, di antaranya Front Pembela Islam, Majelis Ulama Indonesia, Partai Politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Sejauh ini aksi masih terpantau tertib, meskipun terik matahari menyengat di atas ratusan peserta aksi.
Aksi 169 ini merupakan aksi susulan sebelumnya pada 6 September 2017 (69) dengan tema yang sama sebagai solidaritas kemanusiaan di Rohingnya, Myanmar.
Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor :
Copyright © ANTARA 2024