Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menerapkan kurikulum pengenalan coding jenjang pendidikan anak usia dini sesuai rancangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non-Formal Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Sherli Imanda Hidayah di Pekalongan, Rabu, mengatakan pihaknya mendorong inovasi pembelajaran anak usia dini dengan merancang kurikulum pengenalan coding di jenjang PAUD.
"Sejak 2019 hingga 2020, sosialisasi mengenai coding telah dilakukan di 100 lembaga PAUD. Meski belum berbasis teknologi informasi dan komunikasi, pengenalan konsep coding telah diterapkan melalui metode bermain, memungkinkan anak-anak dan guru untuk memahami dasar-dasar penalaran logis," katanya.
Menurut dia, tujuan utama pengenalan coding di jenjang pendidikan anak usia dini ini adalah untuk membekali anak-anak dengan keterampilan berpikir kritis dan kreatif.
"Di era berbasis teknologi informasi dan komunikasi saat ini, anak-anak diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi saja, namun mampu memahami dan merancangnya. Coding bukan hanya tentang komputer, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak berpikir secara sistematis dan menyelesaikan masalah," katanya.
Ia mengatakan konsep coding yang diterapkan di pendidikan anak usia dini mencakup pengenalan dasar-dasar komputasi, abstraksi, simbol, dekomposisi, dan algoritma.
Anak-anak diajak mengenal berbagai simbol, tanda, serta pola berpikir yang terstruktur seperti memahami urutan langkah dalam menyusun objek tertentu.
"Misalnya, dalam aspek dekomposisi, mereka dapat belajar menyusun bentuk seperti susunan burger yang dikemas dalam permainan interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak," katanya.
Sherly mengatakan pembelajaran coding sejak dini akan membantu meningkatkan tingkat penalaran anak, memperkuat keterampilan pemecahan masalah, serta melatih cara berpikir yang lebih sistematis.
"Meski coding ini belum sepenuhnya berbasis teknologi, tetapi konsepnya akan melatih pola pikir anak agar lebih terarah dalam menalar dan menyelesaikan permasalahan. Kami berencana kembali melakukan sosialisasi lebih lanjut terkait coding di PAUD yang sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen," katanya.*
Baca juga: Kudus gelar PAUD cerdas bergerak dukung program olahraga 1 jam/hari