
Nila salin Pati siap ekspor, pemkab siap fasilitasi

Pati (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, siap memfasilitasi para petambak ikan nila salin melakukan ekspor, selain pula memfasilitasi sarana dan prasarana pendukungnya.
"Upaya penjajagan agar bisa diekspor sudah diupayakan, sehingga ikan nila salin yang dihasilkan nantinya juga harus memenuhi standar yang diinginkan pembeli," kata Bupati Pati Sudewo di Pati, Kamis.
Salah satunya, untuk berat ikan nila salin yang bisa diekspor berkisar 8 ons per ekornya.
Untuk mendukung orientasi ekspor tersebut, kata dia, Pemkab Pati juga siap membantu pemenuhan sarana dan prasarana pendukungnya.
Jika sebelumnya para petambak ikan nila salin di Kecamatan Tayu dan Margoyoso mengeluhkan soal jaringan listriknya maka saat ini sudah tersedia setelah mengajukan permintaan ke PLN Pusat.
Ia mengungkapkan penambahan jaringan listrik di areal tambak ikan nila salin memang dibutuhkan untuk menghidupkan kincir air. Sedangkan dengan mengandalkan generator set (Genset) maupun jaringan listrik rumah tangga tidak memadai.
Setelah menerima keluhan petambak pada 27 Januari 2025, kemudian akhir Januari 2025 PLN melakukan survei dan akhirnya pada 22 Februari 2025 dilaksanakan pemasangan pal listrik.
"Penambahan daya dan jaringan listrik ini dapat membantu petani tambak untuk operasional kincir air maupun sumur air tawar sehingga kebutuhan oksigen dan air dapat tercukupi. Mudah-mudahan produksi ikannya juga bisa meningkat secara signifikan," ujarnya.
Untuk ketersediaan bibit ikan nila salin, untuk sementara masih perlu mendatangkan dari luar daerah, karena kebutuhannya semakin meningkat.
Jika sebelumnya sentra budidaya ikan nila salin hanya di Kecamatan Tayu, kini meluas hingga beberapa kecamatan seperti Kecamatan Dukuhseti serta Margoyoso. Sedangkan luas areal tambak diperkirakan mencapai 1.800 hektare.
Budidaya ikan nila salin mulai menjadi daya tarik, selain perawatannya mudah dalam satu kolam juga bisa dikombinasikan dengan budidaya udang windu.
Selain mengupayakan ketersediaan jaringan listrik dan fasilitasi ekspor, Pemkab Pati juga akan mengupayakan bantuan kincir air dari pusat untuk para petambak ikan nila salin.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2025