Logo Header Antaranews Jateng

Lestarikan tradisi jawa mitoni tujuh bulanan yang nyaris punah

Kamis, 27 Februari 2025 19:31 WIB
Image Print
Mitoni tujuh bulanan yang nyaris punah dan tidak lagi dikenal generasi muda. (ANTARA/Panitia.)

KABUPATEN KUDUS (ANTARA) - Warga Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ikut melestarikan ada jawa, yakni mitoni tujuh bulanan yang nyaris punah dan tidak lagi dikenal generasi muda.

Pelaksanaan mitoni Najla Adjani Mahendra digelar di Puri Dhalem Kalingga Murdho Djati, Blok Kulon Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus, Rabu (26/2).
 
Acara yang sarat dengan nilai budaya ini berlangsung meriah dan khidmat, dihadiri oleh keluarga besar serta tamu undangan yang turut menyaksikan prosesi adat Jawa yang penuh makna.

Kamal Mustofa, perwakilan dari keluarga besar mengakui pihaknya merasa sangat terhormat bisa menjalankan tradisi ini dengan penuh khidmat. 

"Ini bukan hanya tentang merayakan kehamilan, tetapi juga menyambung doa dan harapan untuk calon anak yang akan lahir. Semoga tradisi ini terus dijaga oleh generasi mendatang," ujarnya.

Dengan tradisi ini, dia berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kearifan lokal dan merayakan momen penting dalam kehidupan dengan nilai-nilai budaya yang luhur.

Ia mengaku menggelar tradisi Jawa menjelang kelahiran cucu pertamanya tersebut sekaligus menjaga budaya lokal agar tidak punah.

"Ya salah satunya juga menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tidak punah, karena prihatin jika sampai anak cucu kita tidak mengenal budayanya sendiri," ujarnya.

Acara tersebut juga dimeriahkan pagelaran wayang kulit oleh Ki Purbo Asmoro yang membawakan lakon "Tumuruning Wahyu Wiji Sejati" dalam format pakeliran padat, memberikan hiburan sekaligus pesan moral bagi para hadirin.

Sementara itu, Retno Aisah Maharani salah seorang warga Gebog yang hadir mengapresiasi dan takjub dengan tradisi prosesi mitoni mbak Najla.

Reno, mahasiswi UMK Kudus itu mengakui baru mengetahui ada tradisi sakral mitoni.

"Keren dan sangat berbudaya jawa sekali, kesakralan dan kearifan lokal serta menjunjung nilai-nilai luhur budaya Jawa sangat kental sekali," ujarnya.

Tradisi mitoni yang dipandu oleh Pengantin Production pimpinan Mukti Dani asal Yogyakarta berkolaborasi dengan Max Production Kudus itu, mampu menyihir tamu yang hadir. Mereka seakan terbawa dengan kearifan lokal di setiap prosesi. seperti saat sungkeman di mana seorang anak memohon doa restu kepada orang tuanya saat menjelang proses persalinan.



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2025