Logo Header Antaranews Jateng

Dinkes Jateng: Pendaftar cek kesehatan gratis capai 49 ribu orang

Jumat, 28 Februari 2025 23:21 WIB
Image Print
Tangkapan layar sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) kepada jajaran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) secara daring, Jumat (28/2/2025). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yunita Diyah Suminar menyebutkan bahwa jumlah pendaftar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah tersebut sejak diluncurkan hingga saat ini telah mencapai angka 49 ribu orang.

"Di Jateng setelah di-'launching' pada 10 Februari 2025, pendaftar CKG mencapai 49 ribu tertinggi se-Indonesia, diikuti Jatim dan Jabar. Ini artinya masyarakat Jateng merespon baik kegiatan CKG," katanya, di Semarang, Jumat.

Hal tersebut disampaikannya di sela sosialisasi CKG kepada jajaran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang berlangsung secara daring.

Menurut dia, sosialisasi kepada TP PKK dilakukan untuk menggenjot pendaftar dan peserta CKG meski kesadaran masyarakat Jateng untuk memeriksa diri sudah cukup tinggi.

Ia menjelaskan bahwa CKG adalah pemeriksaan kesehatan yang akan didapat warga setiap tanggal ulang tahun, sebagai upaya preventif dan promotif untuk mencegah penyakit kronis dan degeneratif.

Program CKG diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia mulai dari bayi baru lahir (0-2 hari), balita dan anak prasekolah (1-6 tahun), usia sekolah (7-17 tahun), dewasa (18-59 tahun), serta lansia (di atas 60 tahun).

Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan usia dan kerawanan kesehatan yang diderita.

Untuk bayi baru lahir usia 0-2 hari, pemeriksaan meliputi pemeriksaan penyakit jantung bawaan kritis, defisiensi G6PD, penyakit empedu dan saluran empedu, pertumbuhan, hipertiroid kongenital dan hiperplasia adrenal kongenital.

Sedangkan pemeriksaan bagi balita, di antaranya, pertumbuhan, perkembangan, tuberkulosis, telinga, mata, gigi, talasemia, dan diabetes melitus.

 

 

Pada pemeriksaan dewasa ada dua tahap. Tahap satu meliputi, tekanan darah, diabetes melitus, gizi, tuberkulosis, kanker payudara, kanker paru, kanker leher rahim, kanker usus besar, dan PPOK.

Ada pula pemeriksaan telinga, mata, pemeriksaan hati, pemeriksaan calon pengantin dan gigi

Tahap dua pemeriksaan dewasa, ada stroke, jantung meliputi profil lipid dan EKG, pemeriksaan ginjal, dan pemeriksaan kanker hati atau sirosis. Khusus lansia, pemeriksaan ditambah dengan cek geriatri.

Bagi yang tidak bisa mengakses aplikasi Satu Sehat Mobile, kata dia, tetap bisa menikmati fasilitas CKG, yakni caranya dengan mendatangi fasilitas kesehatan Puskesmas dan membawa identitas diri.

Dinkes Jateng juga membuka layanan panggilan 0811-262-2000 atau layanan melalui Whatsapp di 0811-2622-200.

Sementara itu, Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin mengajak seluruh kader berperan aktif karena CKG merupakan upaya pemerintah menyejahterakan rakyat lewat sistem kesehatan nasional.

Menurut dia, CKG merupakan program hasil terbaik cepat dari pemerintahan Prabowo-Gibran sehingga mengajak kader PKK seantero Jateng, agar berperan aktif, salah satunya dengan mengunduh aplikasi "Satu Sehat Mobile", dan menyosialisasikan cara penggunaannya kepada warga.

"Bapak dan ibu bisa mengimbau ke seluruh anggota dan kader TP PKK, menyosialisasikan, menggerakkan masyarakat, dalam berbagai pertemuan untuk ikuti pemeriksaan kesehatan gratis sesuai kelompok usia," katanya.

Kader PKK yang berada di pelosok wilayah, kata dia, memiliki peran penting untuk menyosialisasikan hal tersebut, sebab sosialisasi yang diberikan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga sesuai 10 Program Pokok PKK.

Nawal juga mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan kompetensi SDM terkait CKG dan kesehatan pada umumnya. Kerja sama itu bisa dilakukan secara lintas instansi, seperti BKKBN hingga Dinas Kesehatan setempat.

 



Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2025