Logo Header Antaranews Jateng

Distan Semarang: Belum ada temuan daging ayam gelonggongan

Selasa, 4 Maret 2025 15:30 WIB
Image Print
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Shoti'ah. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Semarang, Jawa Tengah, memastikan sampai saat ini belum ada temuan daging ayam gelonggongan di pasaran di wilayah tersebut memasuki bulan Ramadhan 1446 H.

"Terkait dengan daging gelonggongan selama ini, sampai saat ini, kami belum mendapatkan informasi terkait dengan itu," kata Kepala Distan Kota Semarang Shoti'ah di Semarang, Selasa.

Menurut dia, pihaknya juga sudah turun ke lapangan dan pasar-pasar untuk mengecek kemungkinan adanya daging ayam gelonggongan, termasuk ketersediaan daging di pasaran.

"Masih aman. Belum ada informasi terkait dengan daging gelonggongan," katanya.

Meski demikian, kata dia, Distan bersama jajaran terkait tetap melakukan pengecekan terus menerus di pasar-pasar, terutama saat momentum Ramadhan dan menjelang Lebaran nanti.

"Ini kan menjelang hari raya, tetap kami nanti monitor terus, baik itu ketersediaan maupun harga, dan terutama higienitas, dan terkait dengan tadi (daging ayam gelonggongan)," katanya.

"Tapi, sepanjang ini belum ada informasi kepada kami, dan kemarin kita sudah melakukan 'checking' di lapangan, di beberapa pasar juga masih aman," tambahnya.

Ia mengatakan Distan Kota Semarang terus mengimbau kepada kalangan peternak, baik ruminansia maupun unggas untuk selalu menjaga kualitas daging ternaknya.

Artinya, kata dia, imbauan untuk tidak melakukan praktik gelonggong tidak hanya diberikan kepada peternak ayam, tetapi juga peternak hewan lainnya.

"Karena kan itu (produk) yang dinantikan oleh masyarakat. Jadi l, tetap harapan kami teman-teman peternak bisa menjual hasil produknya sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat," kata Shoti'ah.

Sebelumnya, isu tentang daging ayam gelonggong mencuat kembali setelah polisi menangkap pembuat ayam gelonggongan berinisial S (31) di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dalam rangka operasi satuan tugas (satgas) pangan menjelang Ramadhan 1446 Hijriah.

Penangkapan itu terjadi pada Kamis (27/2) dini hari pukul 00.41 WIB.

Pada awalnya, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku tindak pidana produksi ayam potong diisi dengan air.

Polres Metro Jakarta Selatan menyebutkan omzet penjualan ayam gelonggongan yang diterima oleh pelaku berinisial SY saat melakukan aksinya di Pasar Kebayoran Lama, mencapai Rp10 juta per hari.


Baca juga: Pemkot Semarang jadikan Kecamatan Mijen percontohan kawasan bebas daging anjing



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2025