Logo Header Antaranews Jateng

Parpol di Kudus Berlomba Bantu Korban Banjir

Jumat, 31 Januari 2014 19:15 WIB
Image Print
Korban banjir mengungsi di kolong jembatan Pantura yang menghubungkan Kudus-Demak di Tanggulangin, Jati, Kudus, Jateng, Jumat (31/1). Sejumlah korban banjir mengaku memilih mengungsi di kolong jembatan karena lebih dekat dengan rumah. ANTARA FOTO/ An


Selain itu, calon anggota legislatif dari berbagai partai politik (parpol) peserta pemilihan umum juga ikut tergerak hatinya untuk ikut serta membantu meringankan beban korban bencana alam di Kabupaten Kudus.

Hingga kini, tercatat ribuan penduduk di Kabupaten Kudus masih bertahan di tempat pengungsian, menyusul bencana banjir yang menggenangi rumah-rumah penduduk.

Salah satu parpol peserta pemilihan umum (pemilu) yang turut membantu korban bencana banjir di Kabupaten Kudus, yakni PDI Perjuangan dengan menyediakan posko pengungsian korban banjir di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus.

Menurut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus, Ahmad Yusuf Roni, di Kudus, Jumat, posko pengungsian korban bencana alam di Kabupaten Kudus dipersiapkan sebelum banjir maupun tanah longsor meluas.

Posko penampungan korban bencana banjir, katanya, memanfaatkan kantor DPC PDI Perjuangan yang ada di Desa Megawon.

Korban banjir yang menempati posko penampungan tersebut, katanya, ada yang sejak 20 Januari 2014.

Hingga kini, lanjut dia, jumlah pengungsinya mencapai 96 jiwa yang berasal dari Desa Karangrowo dan Ngemplak, Kecamatan Undaan, dan Desa Gulang, Kecamatan Mejobo.

Selama berada di tempat pengungsian, katanya, kebutuhan dasar para pengungsi dipenuhi, seperti makan dan minum serta pemeriksaan kesehatan setiap hari.

"Kami juga menyediakan bilik asmara bagi pasangan suami istri yang hendak menyalurkan kebutuhan biologisnya tanpa terganggu, karena ruangannya memang disediakan terpisah dari tempat pengungsi," ujarnya.

Agar para pengungsi tidak larut dalam kesedihan, katanya, dilibatkan pula dalam kegiatan masak memasak dengan cara bergiliran.

Sementara anak-anak mereka, katanya, setiap pagi diajak berolahraga dengan jalan keliling kampung, kemudian berwisata gratis di beberapa objek wisata di Kudus, serta mengikuti berbagai permainan menarik.

Meskipun semua kebutuhan dasar para pengungsi di lokasi pengungsian dipenuhi, katanya, tidak ada upaya mempengaruhi para pengungsi agar memilih caleg yang diusung PDI Perjuangan Kudus pada Pemilu 2014.

"Bantuan kami murni karena rasa kemanusiaan dan kewajiban kami terhadap sesama manusia," ujarnya.

Pilihan pada Pemilu 2014, katanya, diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

Selain parpol terjun langsung membantu korban bencana alam, katanya, semua caleg yang diusung PDI Perjuangan juga diminta ikut aktif membantu korban bencana banjir maupun tanah longsor sesuai dengan kemampuan masing-masing caleg.

Parpol lain yang ikut serta membantu korban bencana banjir, yakni Partai Demokrat Kudus lewat penyaluran logistik kepada korban bencana banjir.

Juru bicara Partai Demokrat Kudus, Mardijanto mengungkapkan, bantuan logisitik yang diberikan, yakni beras, ketela rebus, dan nasi bungkus.

Bantuan tersebut, didistribusikan ke tiga desa, yakni Desa Bulungcangkring, Bulung Kulon, dan Sadang, Kecamatan Mejobo.

Meskipun bisa bertemu masyarakat secara langsung, katanya, caleg dari Partai Demokrat memang dilarang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkampanye.

Bantuan yang diberikan tersebut, lanjut dia, murni faktor kemanusian untuk meringankan beban korban bencana banjir yang hingga kini masih berlangsung.

Selain itu, Partai Demokrat juga menyerahkan bantuan baju pantas pakai hasil sumbangan pengurus partai serta caleg yang diusung Partai Demokrat.

Hal serupa juga dilakukan oleh Partai Hanura, menggalang pakaian pantas pakai dari para kader dan caleg yang diusung partai tersebut.

"Sebelumnya, kami juga menyerahkan bantuan mi instan kepada korban bencana banjir dan tanah longsor," ujar Ketua DPC Partai Hanuara Kudus, Sadiyanto.

Paket bantuan yang berjumlah 500 paket, katanya, didistribusikan ke delapan desa, yakni Desa Bulungcangkring, Mejobo, Temulus, Golantepus, Sadang, Bulungcangkring, Setrokalangan (Kecamatan Mejobo) dan Menawan, Kecamatan Gebog.

Masing-masing calon anggota legislatif (caleg), katanya, diinstruksikan pula untuk ikut serta membantu masyarakat yang menjadi korban bencana banjir maupun tanah longsor di Desa Menawan dan Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, sesuai kemampuannya.

Ia menegaskan, bantuan yang diserahkan tersebut murni demi kemanusiaan dan tidak ada upaya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkampanye.

Koordinator Logistik Bencana Kudus, Budi Rahmat mengakui, hingga kini posko bencana kabupaten memang belum pernah menerima bantuan dari parpol peserta pemilu.

"Bantuan yang masuk, selama ini berasal dari perusahaan swasta," ujarnya.

Kalaupun ada bantuan dari parpol, kata dia, dimungkinkan langsung diserahkan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam.

"Harapannya, bantuan tersebut murni untuk membantu korban bencana alam dan bukan untuk tebar pesona, karena mereka juga memiliki kepentingan pada Pemilu 2014," ujarnya.


Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2025