Semarang (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah meminta desa di provinsi ini tetap memiliki ruang terbuka hijau yang merupakan bagian dari upaya menjaga tradisi.

"Tradisi semacam ini jamak dilakukan warga, baik yang sudah kenal maupun bari dikenal," kata Sarif di Semarang, Rabu.

Menurut dia, budaya tegur sapa di masyarakat perdesaan mulai luntur akibat terjebak perkembangan teknologi.

Oleh karena itu, lanjut dia, perlu upaya untuk menjaga agar budaya tersebut tetap terjaga.

Jawa Tengah memiliki 7.810 desa yang tersebar di 29 kabupaten.

Menjaga budaya tegur sapa, lanjut dia, akan mewujudkan terciptanya lingkungan yang ramah dan saling mendukung.

"Ruang terbuka hijau menjadi ruang interaksi masyarakat semua umur, untuk memberi teladan melalui berbagai sikap dan tindakan," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Oleh karena itu, menurut dia, menjadi tugas pemerintah desa untuk terus menjaga budaya tersebut.

Meski ringan dan mudah dilakukan, kata dia, budaya tegur sapa dapat dimaknai upaya menjaga guyub rukun masyarakat.

Ia menuturkan semangat gotong royong dan kepedulian sesama menjadi kunci di balik terjalinnya hubungan yang harmonis dan saling mendukung.

Upaya pemerintah desa menjaga ruang terbuka, kata dia, bisa dilakukan dengan menyelenggarakan festival budaya, lomba-lomba tradisional, dan pertunjukan seni.

"Tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga sarana untuk mempererat tali silaturahmi dalam suasana penuh kegembiraan," katanya.