Solo (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyiapkan program vokasi di balai latihan kerja (BLK) sebagai upaya menyikapi kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sejumlah perusahaan.
"Nanti kami vokasi, kami siapkan di BLK-BLK," katanya di Solo, Jawa Tengah, Jumat.
Terkait hal tersebut pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kementerian terkait.
"Pada prinsipnya kami akan latih mereka yang ter-PHK sehingga nantinya mereka dapat tertampung dayanya di perusahaan-perusahaan yang membutuhkan," katanya.
Dengan demikian, ia berharap sumber daya manusia (SDM) di Jawa Tengah tidak banyak yang menganggur.
Sementara itu, salah satu perusahaan yang baru saja melakukan PHK massal yakni PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex sebagai buntut putusan pailit perusahaan tersebut.
Terkait hal itu, Serikat pekerja Sritex meminta perusahaan memenuhi hak-hak para buruh yang terkena PHK.
Sekretaris Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sritex Andreas Sugiyono mengatakan beberapa hak para buruh di antaranya pesangon dan uang jasa.
"Kalau memang terjadi PHK, hak-hak pekerja dipenuhi, seperti pesangon, uang jasa," katanya.
Meski demikian, sampai dengan saat ini ia bersama karyawan yang lain diminta untuk menunggu hasil sidang di Semarang.
"Kami diminta menunggu dulu hasil sidang selanjutnya," katanya.