
Kemenhut siapkan skema relokasi warga di TNTN

Pekanbaru, (ANTARA) - Kementerian Kehutanan Republik Indonesia tengah menyiapkan lahan pengganti dengan pola skema perhutanan sosial atau hutan kemasyarakatan untuk relokasi warga di Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi mengatakan hal itu usai rapat persiapan pelaksanaan kegiatan tim percepatan pemulihan TNTN di Pekanbaru, Selasa. Pada kesempatan itu dilakukan evaluasi terhadap tugas yang dijalankan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) serta Kelompok Kerja Terpadu Penanganan Tesso Nilo (KTP2TN).
"Dalam rapat teridentifikasi Kemenhut sedang menyiapkan lahan pengganti dengan pola perhutanan sosial atau hutan kemasyarakatan. Perlu ada kelompok masyarakat untuk dicarikan lahan pengganti," katanya.
Pada pola tersebut lanjutnya juga diatur bahwa tanaman untuk perhutanan sosial juga tidak boleh sawit. Oleh karena itu akan dimulai dulu dengan relokasi pemilik lahan yang tidak ditanami sawit di TNTN.
Pihaknya mengidentifikasi sekitar 70 ribu ha lebih lahan yang sudah ditanami di TNTN. Di mana ada 51 ribu yang ditanami sawit dan selebihnya 20 ribu non sawit.
"Ini akan terus dihitung ulang datanya sesuai kepemilikan diharapkan dari data awal tidak ada perubahan. Relokasi ini ketentuannya juga dari Kemenhut ada batasan 5 ha," ujarnya.
Saat ini tambahnya progres pendataan semua lahan yang sudah dikuasai Satuan Tugas PKH sebanyak 7 ribu ha diserahkan. Juga ada sebanyak 227 kepala keluarga yang telah direkomendasi dengan lahan seluas 600 ha.
"Ditekankan juga tadi pendekatan lebih humanis namun tegas dan proses hukum tetap ditegakkan. Masih perlu penguatan dari bupati untuk melakukan pendekatan bahwa negara tetap hadir dan bertanggung jawab kepada masyarakat," sebutnya .
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

